EdisiBacirita.com, Talaud – Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 9 April 2025 di Kecamatan Esang, Kabupaten Kepulauan Talaud, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati dari PDIP, Welly Titah dan Anisya G. Bambungan (WT-AGB), menyampaikan pesan yang sarat makna kepada seluruh elemen masyarakat.
Dalam pernyataannya, Welly Titah menekankan pentingnya menjaga suasana damai dan harmonis selama proses demokrasi berlangsung. Ia mengingatkan bahwa Pilkada bukanlah ajang permusuhan, melainkan sarana memperkuat kebersamaan.
“Pilkada adalah wujud demokrasi, bukan medan pertikaian. Kami mengajak masyarakat untuk saling menghormati perbedaan pilihan, menjaga kerukunan, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah,” ujar Welly Titah pada Minggu, 6 April 2025.
Lebih lanjut, Welly mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia meminta agar tidak ada penyebaran hoaks atau ujaran kebencian yang bisa memicu ketegangan di tengah masyarakat. Menurutnya, pemimpin yang lahir dari proses demokrasi yang bersih dan damai akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.
“Mari terus pelihara kerukunan, rasa persaudaraan, dan kedamaian demi masa depan Talaud yang lebih baik,” tambahnya.
Welly Titah juga berharap PSU di Kecamatan Esang dapat berlangsung secara jujur, adil, dan damai. Ia menegaskan bahwa Pilkada hanyalah momentum sesaat, sementara persatuan dan persaudaraan antarmasyarakat harus dijaga untuk selamanya.
“PSU bukan segalanya. Yang lebih utama adalah menjaga persatuan, kedamaian, dan nilai-nilai kekeluargaan,” tutupnya.
Pesan WT-AGB ini menjadi seruan penting bagi seluruh masyarakat Talaud untuk menjadikan Pilkada sebagai momen persatuan, bukan perpecahan.