Steven Kandouw, Kader Setia Banteng Merah dari Ketua Ranting ke Puncak Kepemimpinan PDIP Sulut

MANADO – PDI Perjuangan Sulawesi Utara kini resmi dinahkodai Drs. Steven Kandouw sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD. Penunjukan ini merupakan hasil konsolidasi internal partai, menyusul keputusan Olly Dondokambey SE melepas jabatan Ketua DPD PDIP Sulut agar lebih fokus menjalankan tugas sebagai Bendahara Umum (Bendum) DPP PDIP.

Bendum PDIP Olly Dondokambey menegaskan bahwa langkah ini sesuai dengan AD/ART partai yang melarang rangkap jabatan, baik ke struktur lebih tinggi maupun lebih rendah. “AD/ART harus dipatuhi. Karena itu, posisi Ketua DPD saya serahkan, dan diusulkan Steven Kandouw sebagai Plt,” ujar Olly, Sabtu (23/8/2025) malam.

Steven Kandouw sendiri bukan sosok baru dalam tubuh PDIP Sulut. Ia layak menerima mandat ini karena memiliki loyalitas tinggi dan militansi yang sudah teruji. Steven – sapaan akrabnya – merintis karier politik dari bawah, bukan di saat PDIP sudah mapan, melainkan sejak partai berlambang banteng moncong putih ini masih bergulat dalam pahit getir perjuangan sebelum era reformasi.

Lulusan FISIP Universitas Indonesia ini menapaki jalan politiknya dari struktur paling bawah. Ia memulai sebagai pengurus ranting, lalu dipercaya menjadi Ketua PAC Toulimambot Tondano. Pada 1999, keyakinannya makin bulat untuk membesarkan partai ketika diberi amanah menjadi pengurus DPC PDIP Minahasa.

Namun, perjalanan politik Steven tidak selalu mulus. Ia pernah merasakan kerasnya kontestasi politik. Saat pertama kali mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Kabupaten Minahasa pada Pemilu 1999, ia gagal lolos. Penyebabnya bukan karena kurang dukungan, melainkan karena sistem pemilu masih menggunakan nomor urut. Steven kala itu tidak ditempatkan di nomor urut jadi.

Alih-alih kecewa, ia justru bersyukur sudah diberi kesempatan maju sebagai calon wakil rakyat. Bagi Steven muda, kegagalan itu hanyalah sukses yang tertunda. Ia mampu menerima kenyataan politik, mengolah kegagalan menjadi pelajaran, dan menjadikannya motivasi untuk meraih keberhasilan di kemudian hari.

Semangatnya tidak surut. Usai Pemilu 1999, ia tetap konsisten berjuang bersama PDIP, meski sempat menghadapi tantangan karena pilihannya bergabung dengan partai wong cilik ini di awal-awal era reformasi. Steven tidak keberatan menapaki karier dari bawah. Justru dari sanalah ia ditempa untuk semakin matang sebagai politisi.

Kariernya kemudian menanjak. Ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD PDIP Sulut hingga kini. Bahkan, sejarah mencatat Steven mampu menjalankan tugas sebagai Wakil Gubernur Sulut dua periode mendampingi Olly Dondokambey. Hubungan duet Olly–Steven tetap solid, jauh dari intrik, membuktikan kesetiaan dan kesabaran revolusionernya.

Tak hanya itu, pada tahun 2024 Steven Kandouw sempat maju sebagai calon gubernur. Namun, perjuangan tersebut belum membuahkan hasil. Meski gagal di kontestasi Pilkada, loyalitasnya kepada partai dan komitmennya melayani masyarakat tidak pernah luntur. Justru dari kegagalan itu, kepercayaan partai dan publik terhadap dirinya semakin kuat. Ia menunjukkan sikap legowo sekaligus konsisten berada di garis perjuangan partai.

Ketua DPP PDIP, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa rotasi kepemimpinan ini merupakan konsolidasi biasa dan tidak perlu dibesar-besarkan. “Ini murni soal penegakan aturan partai. Arahan Ketua Umum Megawati jelas: semua energi dikerahkan untuk konsolidasi organisasi,” ujarnya.

Sejarah juga mencatat, Steven telah membuktikan kepemimpinannya sebagai Wakil Gubernur Sulut selama dua periode. Bersama Olly Dondokambey, ia memperlihatkan soliditas pasangan yang jauh dari intrik, berbeda dari banyak kepala daerah dan wakil yang kerap pecah di tengah jalan.

Kini tongkat estafet kepemimpinan PDIP Sulut berada di tangannya. Tak berlebihan jika kader yang ditempa dari bawah ini dipercaya DPP untuk melanjutkan konsolidasi partai hingga ke akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *