Sangihe — Mewakili Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun ke-601 Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe yang dirangkaikan dengan Upacara Adat Tulude Tahun 2026, bertempat di Papanuhung Santiago.
Perayaan berlangsung khidmat dan sarat makna, menampilkan kekayaan budaya lokal melalui Upacara Adat Tulude yang diikuti oleh para tetua adat, tokoh masyarakat, kaum ibu, hingga anak-anak. Nuansa kebersamaan dan rasa syukur terasa kuat dalam perayaan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Victor Mailangkay mengenakan busana adat Laku Tepu sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai budaya masyarakat Sangihe.
“Saya mengenakan Laku Tepu bukan sebagai simbol jabatan, tetapi sebagai pengingat bahwa kita semua adalah bagian dari cerita yang jauh lebih panjang dari diri kita sendiri. Enam ratus satu tahun Sangihe adalah tumpukan doa, kerja keras, dan kearifan yang diwariskan lintas generasi,” ujar Mailangkay.
Ia menegaskan bahwa adat Tulude bukan sekadar ritual seremonial, melainkan wujud nyata rasa syukur sekaligus refleksi jati diri masyarakat Sangihe.
“Adat adalah jangkar yang menjaga kita tetap kokoh. Karena itu, kita harus terus mensyukuri, menjaga, dan meneruskan nilai gotong royong agar Sangihe tetap mandiri dan penuh harapan,” tambahnya.
Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, Wakil Bupati Tendris Bulahari, serta seluruh masyarakat Sangihe atas sambutan hangat dan ketulusan yang ditunjukkan selama perayaan berlangsung.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap semangat pelestarian budaya, kebersamaan, dan syukur yang tercermin dalam HUT ke-601 ini dapat terus menjadi fondasi dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Sangihe.












