SULAWESI UTARA – Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) Provinsi Sulawesi Utara resmi mengaktifkan kembali Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PIKI Minahasa Utara melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Selasa (14/4/2026).
Penyerahan SK tersebut dilakukan oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PIKI Sulawesi Utara kepada jajaran pengurus DPC PIKI Minahasa Utara, sebagai langkah awal konsolidasi organisasi sekaligus persiapan pelaksanaan konferensi cabang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Joune Ganda ditetapkan sebagai Pejabat Ketua DPC PIKI Minahasa Utara. Ia diberi mandat untuk mengaktifkan kembali organisasi di wilayah tersebut serta memimpin persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) yang ditargetkan berlangsung pada Mei 2026, atau paling lambat Juni 2026.
Rangkaian persiapan akan terus dilakukan hingga pelaksanaan konferensi, dengan harapan agenda Konfercab PIKI Minahasa Utara dapat masuk dalam kalender kegiatan nasional sebelum 30 April 2026. Selain itu, berbagai kebutuhan teknis juga mulai dipersiapkan guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.
Ketua DPD PIKI Sulawesi Utara masa bakti 2021–2026, Maurits Mantiri, menyampaikan ucapan selamat atas penunjukan Joune Ganda sebagai Ketua DPC PIKI Minahasa Utara.
“Kiranya PIKI Kabupaten Minahasa Utara akan memiliki misi yang jelas dan terang bagi kita semua,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Joune Ganda menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan, termasuk memastikan seluruh tahapan menuju konferensi dapat berjalan sesuai jadwal.
“Kami akan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, sehingga seluruh proses, termasuk pelaksanaan konferensi dan tahapan di tingkat DPP, dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.
Dengan diaktifkannya kembali DPC PIKI Minahasa Utara, diharapkan organisasi ini mampu berkontribusi lebih maksimal bagi masyarakat dan gereja, sekaligus memperkuat peran intelektual Kristen di daerah.
Seluruh pihak pun berharap rangkaian persiapan hingga pelaksanaan konferensi dapat berjalan lancar, serta menjadi momentum kebangkitan organisasi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berintegritas dan berdaya saing.













