edisibacirita.com, Manado – Diskusi publik bertajuk “Budaya dan Bahasa Politik Daerah” dirangkaikan dengan peluncuran buku Kalelon-Makaaruyen: Teori dan Filosofi digelar di Wale Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara, Sabtu (21/3).
Kegiatan ini menghadirkan akademisi, praktisi, serta masyarakat umum untuk membahas relasi budaya dan politik di tingkat daerah.
Buku Kalelon-Makaaruyen karya Swadi Sual diluncurkan sebagai bagian dari agenda utama. Karya tersebut menawarkan perspektif mengenai hubungan antara manusia, budaya, dan realitas sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi dipandu oleh moderator Endo Soren Umbas dan menghadirkan narasumber Satryano Pangkey, SH, Kharisma Kurama, SH, Kalfein Wuisan, serta Refli Sanggel. Para pembicara menyoroti peran budaya dan bahasa dalam praktik politik yang dinilai tidak bersifat netral.
“Bahasa politik kerap digunakan untuk membentuk persepsi publik dan menyamarkan kepentingan tertentu,” ujar salah satu narasumber dalam diskusi.
Salah satu isu yang dibahas adalah penetapan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulawesi Utara. Narasumber menekankan pentingnya sikap kritis dalam membaca kebijakan publik, terutama dalam memahami dampak dan pihak-pihak yang diuntungkan.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan partisipasi peserta. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan dan pertanyaan terkait dinamika politik daerah serta peran budaya dalam membentuk kebijakan publik.
Selain diskusi, kegiatan ini juga diisi dengan pertunjukan seni, seperti musik akustik, pembacaan puisi, dan teater. Rangkaian tersebut dihadirkan untuk memperkuat pesan bahwa kebudayaan tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga melalui ekspresi seni.
Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Puisi dan Hari Hutan Sedunia. Dalam forum tersebut juga disinggung keterkaitan antara pelestarian lingkungan dan keberlangsungan nilai-nilai budaya.
Penyelenggara menyatakan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog yang mendorong pemikiran kritis dan partisipasi publik dalam isu budaya dan politik di daerah.













