Bupati Minahasa Utara Joune Ganda Raih Nilai Sangat Memuaskan dalam Ujian Disertasi di IPDN Jakarta, Perkenalkan Model GANDA untuk Pengembangan Pariwisata Sulut

Jakarta — Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, kembali menunjukkan komitmennya dalam dunia akademik. Rabu (17/9/2025), ia tampil di ruang Sidang II Pascasarjana IPDN Jakarta untuk memaparkan hasil penelitian doktoralnya dalam seminar disertasi.

Disertasi yang diangkat Joune berjudul “Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bitung–Minahasa–Manado di Provinsi Sulawesi Utara.” Dalam presentasi tersebut, ia tak hanya menjawab setiap pertanyaan penguji dengan percaya diri, tetapi juga memperkenalkan sebuah konsep baru yang diberi nama Model GANDA, yang ditawarkannya sebagai pendekatan praktis dalam pengembangan pariwisata kawasan metropolitan di Sulut.

Hasilnya, Joune berhasil meraih nilai 90 dengan predikat “Sangat Memuaskan.” Capaian ini menambah catatan penting dalam perjalanan studinya sebagai mahasiswa program doktoral IPDN dengan NIM DIP.12.737.

Tim promotor yang membimbingnya terdiri dari:

  • Prof. Dr. Hyronimus Rowa, M.Si
  • Prof. Dr. Mansyur Achmad, M.Si
  • Dr. Udaya Madjid, M.Pd

Adapun penguji atau oponen ahli yang hadir antara lain:

  • Prof. Dr. Muhadam Labolo, M.Si (Ketua Sidang sekaligus Direktur IPDN Jakarta)
  • Prof. Dr. Ismail Nurdin, M.Si
  • Dr. Ika Sartika, MT
  • Dr. Mu’min Ma’ruf, SH, M.Si

Dalam pernyataannya usai sidang, Joune menekankan bahwa dirinya akan segera menindaklanjuti seluruh masukan dari tim penguji.
“Setiap catatan akan saya perbaiki bersama tim promotor. Tujuan saya jelas, tidak hanya menyelesaikan studi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata untuk Sulawesi Utara,” tegasnya.

Sebagai Sekretaris Jenderal Apkasi sekaligus kepala daerah, langkah akademik Joune memperlihatkan bahwa pendidikan bisa berjalan beriringan dengan pengabdian. Meski masih harus melalui dua tahap akhir, yakni ujian tertutup dan promosi doktor, keberhasilan kali ini menjadi bukti kerja keras, doa keluarga, dan keyakinannya bahwa ilmu pengetahuan adalah modal penting untuk pembangunan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *