MANADO – Semarak Festival Perayaan Cap Go Meh 2026 menggema di depan TITD Ban Hing Kiong, Selasa (3/3/2026). Ribuan warga memadati kawasan Kampung Cina untuk menyaksikan salah satu agenda budaya terbesar di Kota Manado yang tahun ini mengusung tema “Harmoni Nusantara” dengan subtema “Membingkai Keragaman dalam Mewujudkan Indonesia Tangguh.”
Wali Kota Manado, Andrei Angouw, hadir bersama Ketua TP PKK Kota Manado Irene Angouw-Pinontoan serta Wakil Wali Kota Richard Sualang. Kehadiran jajaran Pemerintah Kota Manado ini mempertegas dukungan terhadap pelestarian budaya dan penguatan toleransi di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara.
Festival semakin istimewa dengan kehadiran Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay, serta unsur Forkopimda Provinsi dan Kota Manado.
Sebanyak 10 tangsin dan 14 kio dari sembilan TITD ambil bagian dalam arak-arakan budaya. Suasana kian meriah dengan penampilan Tari Kabasaran, musik bambu, atraksi barongsai dan naga, pawai kendaraan hias, hingga drum band yang mengundang decak kagum warga dan wisatawan.
Secara resmi, festival dibuka dengan pemukulan gong oleh Gubernur Sulawesi Utara, menandai dimulainya rangkaian pawai budaya. Sorak-sorai masyarakat mengiringi dentuman gong yang menjadi simbol kebersamaan dan persatuan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara Denny Mangala, Konsul Jenderal Filipina di Manado Mary Jennifer Domingo Dingal, Sekretaris Daerah Kota Manado Steaven Dandel, para kepala SKPD, serta tamu undangan lainnya.
Cap Go Meh 2026 bukan sekadar perayaan tradisi, tetapi menjadi panggung nyata harmoni di tengah keberagaman. Dari jantung Kota Manado, pesan persatuan kembali digaungkan: perbedaan adalah kekuatan, dan toleransi adalah fondasi Sulawesi Utara.











