Senin, 23 Februari 2026, Wakil Bupati Minahasa Tenggara, Fredy Tuda, mewakili Bupati Minahasa Tenggara menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun ke-4 Jemaat GMIM Yosua Mundung Satu, Wilayah Tombatu Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati meresmikan Gedung Gereja dan Lonceng Gereja yang baru sebagai wujud syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan jemaat.
Ibadah syukur sekaligus pentahbisan gedung gereja dipimpin oleh Wakil Sekretaris Koordinasi Program antar Komisi Pelayanan Kategorial dan Lansia BPMS Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pdt. Jefry Saisab, S.Th., M.Si. Turut hadir Ketua BPMW Tombatu Timur Pdt. Orda Sondakh, M.Th., Camat Tombatu Timur Rommy Mewengkang, SE, bersama seluruh BPMJ, Pelayan Khusus, dan jemaat.
Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pimpinan gereja dan seluruh jemaat atas kerja keras, kebersamaan, dan semangat gotong royong dalam merampungkan pembangunan gedung gereja yang representatif.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara, saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-4 kepada Jemaat GMIM Yosua Mundung Satu. Pembangunan ini merupakan bukti nyata kerja keras dan pergumulan panjang jemaat. Kiranya gedung gereja yang megah ini menjadi tempat kudus untuk bersekutu, bersaksi, dan melayani, serta memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Wakil Bupati.
Terkait usia jemaat yang masih belia, Wabup menegaskan bahwa dalam empat tahun perjalanannya, GMIM Yosua Mundung Satu telah menunjukkan peran penting dalam membangun nilai moral dan etika di tengah masyarakat. Ia berharap jemaat terus menjaga kualitas iman sekaligus merawat fasilitas gereja yang telah dibangun dengan penuh pengorbanan.
“Di usia ke-4 ini, gereja tentu telah melewati berbagai dinamika pelayanan. Namun dengan doa dan ketekunan, jemaat tetap berdiri teguh. Saya mengajak seluruh warga jemaat untuk terus bersinergi dengan pemerintah, menopang program pembangunan melalui doa dan dukungan nyata demi terwujudnya Minahasa Tenggara yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.
Acara ditandai dengan penandatanganan prasasti serta pembunyian lonceng gereja sebagai simbol dimulainya penggunaan gedung gereja yang baru secara resmi.













