Edisibacirita – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda Seri II yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Sulawesi Utara tahun 2025 dipastikan batal. Kabar ini memicu gelombang kekecewaan dari masyarakat dan pencinta pacuan kuda, khususnya yang selama ini mendukung penuh event nasional di daerah tersebut.
Melalui unggahan di media sosial Facebook, akun resmi Pacuan Kuda Tompaso, Sulawesi Utara mempertanyakan alasan pembatalan yang dinilai tidak adil. Dalam unggahan itu disebutkan, alasan “keikutsertaan/kuantitas peserta” tidak seharusnya menjadi hambatan jika jadwal telah ditetapkan. “Kalau sudah terjadwal mohon dilaksanakan, entah kontingen A mau ikut atau kontingen B tidak mau ikut, itu urusan mereka,” tulis admin akun tersebut.
Sejumlah komentar warganet pun membanjiri unggahan tersebut. Ada yang mengaku kecewa karena sudah menunggu jalannya lomba secara langsung maupun daring, seperti yang diungkapkan Deddy Fardian dari Sumatera Barat. “Kami pecandu kuda dari Sumbar gak sabaran nunggu live Kejurnas putaran ke-2 dari Tompaso,” tulisnya.
Pengguna lain menilai Sulut selama ini sudah setia mengikuti setiap event nasional Pordasi di berbagai daerah. “Admin harap Sulut tidak menjadi anak tiri karena selalu setia mengikuti event nasional dimanapun itu,” tulis akun tersebut.
Beberapa komentar juga menyoroti kesiapan fasilitas di Tompaso yang sebelumnya dinilai “mantap” oleh pihak yang melakukan survei. Herman Supit, salah satu penggemar pacuan kuda, menyebut trek di Sulut sebagai bukti kualitas kuda juara. “Kalau masalah stable saya pikir mereka mampu, karena ongkos kirim kuda sebenarnya bisa diatur,” ujarnya.
Kekecewaan juga disampaikan oleh Rico Tamunu yang menyinggung hobi Presiden Prabowo terhadap pacuan kuda. “Setidaknya tunjukkan bahwa Sulut memang kampungnya presiden dan layak jadi tuan rumah,” tulisnya.
Sampai saat ini, PP Pordasi belum memberikan penjelasan resmi yang memuaskan publik terkait alasan pembatalan. Masyarakat berharap ada kebijakan baru yang bisa mengembalikan kepercayaan dan memberikan kesempatan bagi Sulut untuk tetap menjadi tuan rumah event bergengsi tersebut.