Gemuruh Doa di Bawah Pohon Kasih: 6 Tokoh Lintas Agama Bersatu dalam Paskah Nasional 2026

Edisibacirita — Suasana khidmat menyelimuti kawasan Megamas, Manado, tepatnya di monumen Pohon Kasih, pada Rabu (8/4/2026). Di tengah perayaan Paskah Nasional 2026, muncul sebuah momen langka yang menggetarkan hati: enam pemuka agama dari Sulawesi Utara berdiri berdampingan di atas panggung untuk memanjatkan doa bagi bangsa dan negara.

Momen ini menjadi sorotan utama karena dilakukan di Sulawesi Utara, provinsi yang dikenal sebagai laboratorium kerukunan beragama di Indonesia. Di bawah semilir angin pantai Manado, para tokoh agama ini bergantian menyampaikan pesan kedamaian dan harapan bagi keutuhan NKRI.

Berbeda dengan acara formal pada umumnya, semangat warga Sulawesi Utara terlihat sangat luar biasa. Massa sudah mulai memadati lokasi Pohon Kasih sejak pukul 08.00 WITA, meskipun rangkaian acara inti dijadwalkan berlangsung hingga sore hari.

Ribuan orang dari berbagai kabupaten/kota seperti Bitung, Tomohon, dan Minahasa tampak memenuhi area lapangan dan tribun. Mengenakan pakaian bernuansa putih dan batik lokal, warga dengan sabar menanti meski matahari kian terik, menunjukkan betapa pentingnya momen persatuan ini bagi mereka.

Keenam tokoh tersebut mewakili agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Kehadiran mereka di panggung Paskah Nasional menegaskan bahwa di Sulawesi Utara, perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan perekat.

Paskah Nasional 2026 di Manado bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan proklamasi dari ujung utara Sulawesi bahwa Indonesia adalah rumah besar yang teduh bagi semua golongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *