Pansus Banjir DPRD Minahasa Hasilkan ini Atasi Luapan Danau Tondano

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa belum lama ini membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengatasi persoalan luapan air Danau Tondano, yang beberapa waktu terakhir telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat.

Setelah melakukan peninjauan lapangan dan menyerap aspirasi warga yang terdampak banjir karena luapan air Danau Tondano, Pansus Penanganan Banjir ini kemudian mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP), dengan stakeholder terkait seperti, Balai Sungai Wilayah Sulawesi I, PT PLN Persero, Pemerintah Kabupaten Minahasa, dan Akademisi Pemerhati Lingkungan.

Dalam RDP ini, salah satu solusi Pansus Banjir adalah mendesak Pintu Air Tonsealama dibuka, sehingga meminta PT PLN Nusantara Power UP Minahasa agar membuka seluruh penahan air yang ada, untuk mengurangi debit air di Danau Tondano.

Kemudian, atas desakan Pansus Banjir dan dari hasil RDP ini, semua pihak yang hadir menyepakati bahwa, untuk langka pertama yang segera dilakukan adalah membuka Pintu Air Tonsealama secara menyeluruh, meski melewati pembahasan cukup alot berkaitan dengan dampak lain yang mungkin muncul.

Rapat ini dipimpin Ketua Pansus Banjir DPRD Minahasa, Rio Rindengan, dan dihadiri seluruh Anggota Pansus, menyimpulkan RDP ini pada salah satu keputusan tersebut, selain nantinya akan merangkum semua keputusan yang dihasilkan dalam pembicaraan.

“Jadi, PT PLN sudah menyetujui untuk dibuka Pintu Air Tonsealama. Harapan kami, debit air bisa berkurang atau segera surut dengan dibuka nya pintu air ini secara menyeluruh,” ujarnya sembari menambahakan bahwa Pansus Banjir akan turun langsung memantau di Pintu Air Tonsealama, Rabu (28/05) besok.

Sementara, Manager PT PLN Nusantara Power UP Minahasa, Aris Indrianto Elisa mengaskan, pihaknya akan membuka secara penuh, secara continue 24 jam. Menurutnya, bukaan tersebut akan dilakukan sampai permukaan air Danau Tondano bisa surut.

“Tadi kami sudah menyampaikan mengenai dampak-dampak yang bisa terjadi bila Pintu Air dibuka secara menyeluruh. Tapi, prinsipnya kami akan membuka Pintu Air tersebut secara menyeluruh. Artinya, hingga ke dasar sungai, secara bertahap sampai seluruhnya terbuka,” ujarnya.

Adapun Pansus Banjir DPRD Minahasa ini beranggotakan, diantaranya, Rio Rindengan, Jilly Leontin Mongi, Reinald Sengke, Okstesy Pricilia Runtu, Marvil Rawung, Franky Wolayan, Anita Mamuaya, dan Ansye Taniowas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *