MANADO — Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, membagikan pengalaman rohani yang mendalam saat mengikuti Perjamuan Kudus triwulan bersama jemaat pada Sabtu (4/4/2026).

Di tengah berbagai kesibukan dan tanggung jawab pemerintahan, Wagub Victor Mailangkay mengaku momen ibadah tersebut menjadi pengalaman sederhana namun sangat berarti baginya dan sang istri.
Awalnya, ia hadir sebagai jemaat untuk mengikuti ibadah dengan hati yang tenang. Namun tanpa disangka, ia justru mendapat kesempatan untuk turut melayani jemaat dalam prosesi ibadah tersebut.
Bersama sang istri, Wagub juga secara bergantian mengikuti prosesi basuh kaki, sebuah simbol kerendahan hati dan pelayanan dalam iman Kristen.
“Di hadapan Tuhan tidak ada jabatan dan tidak ada posisi. Yang ada hanyalah kerendahan hati dan ketulusan untuk saling melayani,” ungkap Mailangkay.
Menurutnya, melalui simbol roti dan anggur dalam Perjamuan Kudus, ia kembali merenungkan kasih serta pengorbanan Yesus Kristus bagi umat manusia.
Sementara melalui prosesi basuh kaki, dirinya diingatkan bahwa melayani bukanlah soal dilihat atau dihargai, tetapi tentang ketulusan hati dalam melayani sesama.
Wagub Victor Mailangkay mengatakan momen tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan menjalankan tugas, manusia tetap membutuhkan Tuhan sebagai sumber kekuatan.
Ia pun berharap pengalaman rohani yang dialaminya dapat menjadi pengingat bagi banyak orang untuk terus berjalan dalam kasih, kerendahan hati, dan kebenaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.













