Ekonomi Sulut Tumbuh di Atas Nasional, Gubernur YSK Tegaskan Fondasi Pembangunan Makin Kuat

MANADO – Di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), perekonomian Sulawesi Utara menunjukkan performa yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi daerah pada tahun 2025 tercatat mencapai 5,66 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada angka 5,11 persen.

Capaian tersebut disampaikan Gubernur YSK saat memberikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Utara, Selasa (23/6/2026).

Dalam pemaparannya, Gubernur menjelaskan bahwa kondisi fiskal daerah tetap terjaga dengan baik di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional. Realisasi pendapatan daerah mencapai Rp3,65 triliun atau 96,38 persen dari target, sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp3,32 triliun atau 91,36 persen dari total anggaran yang tersedia.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp177,13 miliar, yang menunjukkan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara efektif dan terkendali.

Tidak hanya dari sisi keuangan, berbagai indikator pembangunan juga menunjukkan tren positif. Tingkat kemiskinan Sulawesi Utara berhasil ditekan hingga 6,62 persen, lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 8,25 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga tercatat berada pada angka 5,78 persen, sementara inflasi daerah tetap terkendali di angka 1,23 persen, jauh lebih rendah dari inflasi nasional yang mencapai 2,92 persen.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara meningkat menjadi 76,32. Kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian dan perikanan juga mengalami peningkatan yang ditandai dengan naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi 125,21 dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) mencapai 112,17.

Gubernur YSK menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat Sulawesi Utara yang terus menjaga stabilitas daerah serta mendukung berbagai program pembangunan.

“Pertumbuhan ekonomi yang baik harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu pemerintah terus fokus pada penguatan sektor produktif, peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas,” ujar Gubernur.

Sejumlah prestasi juga berhasil diraih Sulawesi Utara sepanjang tahun 2025 hingga 2026. Di antaranya penghargaan Terbaik I Regional Sulawesi untuk kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting, penghargaan Terbaik II Pencapaian Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, serta keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI untuk 12 kali berturut-turut.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur turut mendorong percepatan pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Perizinan Berusaha di Daerah guna memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha, mempercepat investasi, dan menciptakan iklim usaha yang semakin kompetitif di Sulawesi Utara.

Dengan berbagai capaian tersebut, Sulawesi Utara semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di kawasan timur Indonesia, sekaligus menunjukkan arah pembangunan yang semakin kuat menuju kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *