MANADO — Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. Victor Mailangkay, SH, MH, menerima aksi damai ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Patuh dan Tulus (Mapalus) Pendukung Prabowo-Gibran (Pragib) Sulawesi Utara di halaman Kantor Gubernur Sulut, Kamis (25/6/2026).
Aksi yang berlangsung tertib dan kondusif tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat terkait dukungan terhadap program-program strategis nasional serta berbagai isu pembangunan daerah, khususnya di sektor pertambangan rakyat dan ketahanan pangan.
Sebagai bentuk keterbukaan pemerintah, Gubernur Yulius mengundang sejumlah perwakilan massa untuk berdialog secara langsung di ruang rapat Kantor Gubernur. Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi dan masukan masyarakat didengarkan secara seksama untuk selanjutnya menjadi bahan koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait.
Usai dialog, Gubernur Yulius menemui seluruh peserta aksi dan menyampaikan langsung tanggapan pemerintah dari atas kendaraan operasional milik massa. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh peserta dapat mendengar secara jelas komitmen pemerintah terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan.
Dalam orasinya, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendukung penuh program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih yang saat ini menjadi fokus pembangunan nasional.
Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pangan.
“Program ini sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi rakyat dari desa hingga perkotaan,” ujar Gubernur.
Di hadapan peserta aksi, Gubernur juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Sulawesi Utara yang sejalan dengan agenda nasional. Salah satunya adalah keberhasilan Sulawesi Utara menjadi daerah terbaik di Pulau Sulawesi dalam upaya penurunan angka stunting.
Selain itu, pemerintah pusat juga telah memberikan dukungan nyata untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program pengembangan 15 ribu hektare lahan sawah, bantuan bibit jagung untuk 15 ribu hektare lahan pertanian, serta bantuan bibit kelapa bagi petani di Sulawesi Utara.
Menanggapi aspirasi terkait percepatan penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Gubernur Yulius menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus melakukan koordinasi intensif dengan kementerian dan lembaga terkait di tingkat pusat.
Menurutnya, legalisasi pertambangan rakyat merupakan kebutuhan penting untuk memberikan kepastian hukum, meningkatkan keselamatan kerja, serta memastikan aktivitas pertambangan dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan.
“Kami terus mengawal proses ini agar masyarakat penambang memperoleh kepastian hukum dan dapat bekerja dengan aman serta memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah,” tegasnya.
Aksi damai yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berakhir dalam suasana penuh kekeluargaan. Setelah menerima penjelasan dan tanggapan resmi dari pemerintah daerah, massa Koalisi Mapalus Pragib membubarkan diri secara tertib untuk melanjutkan agenda penyampaian aspirasi ke Polda Sulawesi Utara dengan pengawalan aparat keamanan.
Kehadiran langsung Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam menerima massa menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk terus membuka ruang dialog, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta memastikan setiap program pembangunan berjalan selaras dengan kepentingan rakyat dan visi pembangunan nasional.













