Pastikan Keamanan Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Yulius Selvanus Komaling Cek Kesiapan Pasukan Operasi Ketupat 2026

Oplus_131072

Edisibacirita — Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling memimpin langsung pengecekan pasukan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Markas Polda Sulawesi Utara, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan kesiapan aparat dalam menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat menjelang bulan suci Ramadan hingga perayaan Idul Fitri.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa pengamanan tahun ini difokuskan pada terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, perhatian juga diberikan kepada umat Hindu yang akan melaksanakan Catur Brata Penyepian dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi.

Menurut Gubernur, kesiapan personel serta koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting untuk menjamin kelancaran arus mudik dan berbagai aktivitas masyarakat selama periode hari besar keagamaan.

“Pengamanan ini bukan hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar keagamaan dengan aman, nyaman, dan penuh kedamaian,” ujar gubernur.

Pengecekan pasukan tersebut melibatkan berbagai unsur pengamanan, mulai dari personel kepolisian, TNI, hingga instansi terkait lainnya yang nantinya akan disiagakan di sejumlah titik strategis di wilayah Sulawesi Utara.

Beberapa lokasi yang menjadi perhatian pengamanan antara lain jalur utama mudik, terminal, pelabuhan, bandara, pusat perbelanjaan, hingga rumah-rumah ibadah.

Selain itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan juga akan melakukan pemantauan intensif terhadap arus lalu lintas selama masa mudik dan arus balik. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir potensi kemacetan serta memastikan perjalanan masyarakat berlangsung dengan aman dan lancar.

Gubernur juga mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan perjalanan mudik. Ia meminta para pengendara memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan serta menjaga kondisi fisik tetap prima selama perjalanan.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan pengemudi dalam keadaan sehat sebelum melakukan perjalanan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pesannya.

Sebagai daerah yang dikenal menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama, momentum pengamanan hari besar keagamaan ini diharapkan semakin memperkuat semangat kebersamaan serta menjaga stabilitas keamanan di Bumi Nyiur Melambai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *