SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Hillary Tuwo, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai refleksi untuk terus merawat semangat perjuangan, memperkuat persatuan, dan bersama-sama membangun bangsa.
Pesan tersebut disampaikan Hillary usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulut dalam rangka mendengarkan Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8/2026).
Dalam agenda yang sama, DPRD Sulut juga mengikuti penyampaian Pidato Presiden RI terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang APBN Tahun Anggaran 2027.
Menurut Hillary, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu harus diisi dengan kerja nyata dan kontribusi seluruh masyarakat. Pembangunan bangsa, kata dia, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh anak bangsa.
“Perjuangan untuk membangun republik ini jangan sampai pudar. Semua orang bisa berkontribusi membangun bangsa lewat pengetahuan dan keterampilan serta ketersediaan sumber daya alam. Bangsa ini butuh semua orang agar terus melaju secara kolektif demi kesejahteraan bersama,” ujar legislator Dapil Bitung-Minahasa Utara tersebut.
Keberagaman Harus Menjadi Kekuatan
Hillary juga mengingatkan pentingnya menjaga keberagaman yang menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia. Perbedaan suku, agama, ras, bahasa, dan budaya, menurutnya, tidak boleh menjadi penghalang dalam membangun kebersamaan.
Sebaliknya, keberagaman harus menjadi modal sosial untuk memperkuat gotong royong dan mempercepat pembangunan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
“Jika kita berjuang bersama, kita pasti menang. Kemenangan itu didapat lewat percepatan pembangunan melalui hasil kolaborasi dan sinergitas semua pihak yang menyatakan diri sebagai anak bangsa,” tegasnya.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulut itu juga menggarisbawahi pentingnya menjaga persatuan nasional serta mencegah berkembangnya sikap intoleransi dan paham radikalisme di tengah masyarakat.
Menurut Hillary, semangat kemerdekaan harus berjalan seiring dengan nilai ketakwaan, kemanusiaan, persatuan, dialog damai, serta keadilan sosial.
“Tidak ada ruang bagi orang yang acuh tak acuh, tidak ada kesempatan tumbuh bibit-bibit radikalisme dan intoleransi. Di situ ada nilai ketakwaan pada Tuhan, ada nilai kemanusiaan, ada rasa persatuan, ada dialog damai, dan menguatkan rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Generasi Muda Harus Lanjutkan Perjuangan
Menutup keterangannya, Hillary menyampaikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa, raga, keluarga, dan materi demi memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ia menilai generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pendiri bangsa melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Salam hormat dan bangga bagi para pejuang. Kalian telah berkorban nyawa, materi, dan keluarga. Kami generasi muda akan terus berjuang demi mencapai cita-cita kalian, para pendahulu. Merdeka!” pungkas Hillary.













