MANADO – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pusat kajian akademik yang diperhitungkan di Indonesia. Dalam kurun waktu hanya tiga bulan pada semester pertama tahun 2026, FISIP Unsrat sukses menghadirkan dua menteri Kabinet Merah Putih serta satu pimpinan lembaga tinggi negara untuk memberikan kuliah umum dan orasi ilmiah kepada sivitas akademika.
Pencapaian tersebut semakin memperkuat citra FISIP Unsrat sebagai fakultas yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi ruang dialog strategis antara dunia akademik dengan para pengambil kebijakan nasional.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran aktif Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., yang terus membangun jejaring kelembagaan dengan berbagai kementerian, lembaga negara, serta tokoh-tokoh nasional. Di bawah kepemimpinannya, FISIP Unsrat berhasil menghadirkan figur-figur penting negara untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan perspektif kebangsaan kepada mahasiswa dan dosen.
Rangkaian kunjungan pejabat negara diawali pada 8 April 2026 saat Ketua DPD RI, Sultan B. Najamudin, hadir membuka rangkaian Dies Natalis ke-62 FISIP Unsrat sekaligus menyampaikan orasi ilmiah bertajuk Green Democracy, yang membahas pentingnya pembangunan berkelanjutan dalam sistem demokrasi Indonesia.
Selanjutnya, pada 11 April 2026, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, memberikan kuliah umum mengenai Peran Perguruan Tinggi dalam Memperkuat Wawasan Kebangsaan. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi generasi yang memiliki integritas, semangat nasionalisme, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Tidak berhenti sampai di situ, pada 26 Juni 2026, FISIP Unsrat kembali mencatat prestasi dengan menghadirkan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam Seminar Nasional bertema Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia. Kehadiran Menlu menjadi bagian dari langkah strategis FISIP Unsrat dalam mempersiapkan pembukaan Program Studi Hubungan Internasional, sekaligus memperkuat kapasitas akademik di bidang hubungan internasional.
Keberhasilan menghadirkan pejabat tinggi negara sesungguhnya bukan fenomena baru bagi FISIP Unsrat. Sejak kepemimpinan Dekan Ferry Daud Liando, fakultas yang dikenal dengan identitas warna oranye ini secara konsisten menjadi tujuan kunjungan para pejabat nasional.
Pada tahun 2024, FISIP Unsrat menerima kunjungan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Heddy Lugito, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Dr. Akmal Malik, serta Wakil Ketua Komnas HAM RI, Pramono Ubaid Tanthowi.
Memasuki tahun 2025, sejumlah tokoh nasional lainnya juga hadir, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU RI Idham Holik, dan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Mohamad Reza.
Selain pejabat pemerintahan, FISIP Unsrat juga aktif menghadirkan akademisi dan pakar nasional, seperti Prof. Dr. Siti Zuhro, Ketua Umum Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Dr. Alfitra Salam, hingga akademisi Universitas Diponegoro Dr. Nur Hidayat Sardini.
Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Umum FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Shirley Y.V.I Goni, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa menghadirkan para pejabat negara bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi membangun kualitas pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan nasional dan global.
Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar langsung dari para pengambil keputusan sehingga mampu memahami dinamika pemerintahan, politik, diplomasi, serta kebijakan publik dari perspektif praktis maupun akademis.
Koordinator Program Studi Magister Ilmu Pemerintahan FISIP Unsrat, Dr. Welly Waworundeng, S.Sos., M.Si., menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari reputasi akademik yang terus dibangun oleh FISIP Unsrat.
“FISIP Unsrat mampu secara konsisten menghadirkan para pimpinan negara dan menteri karena memiliki reputasi akademik yang kuat, jejaring kelembagaan yang luas, serta kemampuan membangun komunikasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan nasional. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut menunjukkan bahwa FISIP Unsrat dipercaya sebagai ruang akademik yang relevan untuk mendiskusikan isu pemerintahan, politik, kebijakan publik, dan pembangunan bangsa,” ujarnya.
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas institusi.
“Harapan saya, FISIP Unsrat semakin maju sebagai fakultas yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional. FISIP diharapkan terus memperkuat mutu pendidikan, riset, kerja sama, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tambahnya.
Kehadiran para menteri, pimpinan lembaga negara, dan para pakar nasional memberikan dampak yang luas bagi FISIP Unsrat. Selain memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen melalui diskusi akademik yang berkualitas, kunjungan tersebut juga memperkuat jejaring kerja sama antarinstansi, meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi, serta menjadi nilai tambah dalam pengembangan akreditasi dan reputasi fakultas.
Melalui kepemimpinan Dekan Ferry Daud Liando dan dukungan seluruh sivitas akademika, FISIP Unsrat terus menunjukkan komitmennya menjadi fakultas yang mampu menjembatani dunia akademik dengan dunia kebijakan publik. Konsistensi menghadirkan tokoh-tokoh nasional menjadi bukti bahwa FISIP Unsrat tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai salah satu pusat pemikiran dan diskusi strategis di Indonesia.













