Edisibacirita — Kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur menjadi sorotan utama dalam pelaksanaan otonomi daerah (Otda). Hal ini mendorong Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) bersama FISIP Unsrat menggelar kuliah umum bertajuk penguatan peran aparatur daerah.
Aparatur daerah dinilai sebagai ujung tombak dalam menjalankan kebijakan publik. Keberhasilan otonomi daerah sangat ditentukan oleh kapasitas, profesionalisme, serta integritas para pelaksana kebijakan di tingkat daerah.
“Sebagus apa pun kebijakan pemerintah pusat, jika aparatur sebagai eksekutor tidak memiliki kapasitas dan profesionalisme, maka sulit mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” menjadi salah satu poin utama dalam pengantar kegiatan tersebut.
Kuliah umum ini akan menghadirkan narasumber tunggal, Bernhard Rondonuwu, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IPDN. Sosok ini dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pemerintahan, termasuk pernah menjabat sebagai Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat di Kementerian Dalam Negeri, serta pernah menjadi Penjabat Wali Kota Sorong dan Penjabat Bupati Maybrat.
Ketua panitia, Trilke Tulung, menyampaikan bahwa pemilihan narasumber didasarkan pada pengalaman dan kapasitas yang relevan dengan tema yang diangkat.
“Kami mengundang beliau karena memiliki pengalaman yang sangat kuat terkait topik yang akan dibahas,” ujarnya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 21 April 2026, pukul 13.00 WITA, bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah. Kuliah umum tersebut akan dibuka oleh Dekan FISIP Unsrat, Ferry Daud Liando.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemahaman yang lebih komprehensif terkait pentingnya peningkatan kapasitas aparatur daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.











