Genap 62 Tahun, FISIP Unsrat Ziarah dan Kenang Tokoh yang Meletakkan Fondasi Fakultas

MANADO – Peringatan Dies Natalis ke-62 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado diwarnai dengan kegiatan yang sarat makna. Sivitas akademika FISIP Unsrat melakukan ziarah ke sejumlah makam mantan dekan sebagai bentuk penghormatan terhadap para tokoh yang telah meletakkan fondasi perkembangan fakultas hingga saat ini.

Kegiatan yang berlangsung Jumat (7/8/2026) tersebut menjadi momentum bagi jajaran pimpinan, dosen, staf dan sivitas akademika FISIP Unsrat untuk kembali mengenang perjalanan panjang fakultas sekaligus meneladani pengabdian para pendahulu.

Salah satu makam yang menjadi tujuan ziarah adalah pusara Drs. Adolf Jouke Sondakh (AJ Sondakh) di Desa Kanonang, Kecamatan Kawangkoan Barat, Kabupaten Minahasa.

AJ Sondakh merupakan salah satu tokoh penting dalam perjalanan FISIP Unsrat. Ia pernah dipercaya memimpin FISIP Unsrat sebagai dekan pada periode 1968–1969 dan kembali menjabat pada 1985–1988. Kiprahnya kemudian berlanjut dalam pengabdian di pemerintahan hingga dipercaya menjadi Gubernur Sulawesi Utara periode 2000–2005.

Dekan FISIP Unsrat, Dr. Ferry Daud Liando, mengatakan kegiatan ziarah tidak sekadar menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan ruang refleksi untuk mengingat kembali jasa dan nilai pengabdian yang diwariskan para pendahulu.

Menurut Liando, kemajuan FISIP Unsrat yang dirasakan saat ini tidak terlepas dari kerja keras para pimpinan, dosen dan seluruh sivitas akademika yang telah membangun fakultas dari masa ke masa.

“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kami atas jasa-jasa para pendahulu yang telah mendedikasikan hidup dan pengabdiannya bagi kemajuan FISIP. Apa yang kita nikmati hari ini tidak terlepas dari fondasi yang telah mereka bangun,” ujar Liando.

Suasana khidmat terasa sepanjang kegiatan. Rangkaian ziarah diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan penghormatan kepada para mantan pimpinan fakultas dan diakhiri dengan prosesi tabur bunga di atas pusara.

Bagi jajaran FISIP Unsrat, mengenang para pendahulu bukan sekadar melihat kembali sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan dan menjaga nama baik institusi.

Liando berharap momentum Dies Natalis ke-62 dapat semakin memperkuat semangat seluruh keluarga besar FISIP Unsrat untuk menjaga tradisi akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kontribusi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta terus mencetak lulusan yang mampu memberikan manfaat bagi daerah, bangsa dan negara.

“Semangat para pendahulu harus menjadi energi bagi kita untuk terus bergerak maju. Generasi sekarang harus mampu melanjutkan bahkan meningkatkan apa yang telah mereka perjuangkan,” pungkasnya.

Ziarah tersebut sekaligus menjadi bagian dari refleksi perjalanan 62 tahun FISIP Unsrat, bahwa kemajuan sebuah institusi tidak hanya diukur dari capaian hari ini, tetapi juga dari kemampuan generasi penerus menghargai sejarah dan meneruskan nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *