JAKARTA – Gubernur Sulawesi Utara periode 2016–2025, Olly Dondokambey, meluncurkan buku yang memuat pemikiran, perjalanan, serta rekam jejak kepemimpinannya dengan tajuk “Menjaga Nyiur Tetap Melambai (Legacy)” di Gedung Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Palmerah, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Peluncuran buku tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Tidak sekadar menjadi ajang peluncuran karya, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi mengenai perjalanan pembangunan Sulawesi Utara, kepemimpinan, serta pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar belakang hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua DPR RI Puan Maharani, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yasonna Laoly, Anggota DPR RI Fraksi Golkar Mukhamad Misbakhun, Ketua BPK RI Isma Yatun, serta Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.
Turut hadir para bupati, wali kota, pimpinan DPRD se-Sulawesi Utara, serta sejumlah tokoh senior nasional seperti Theo L. Sambuaga dan Panda Nababan.
Puan: Kepemimpinan Olly Harus Turun ke Lapangan
Dalam kesempatan tersebut, Puan Maharani memberikan apresiasi terhadap karakter kepemimpinan Olly Dondokambey yang dinilainya selalu mengedepankan kerja nyata dan dekat dengan masyarakat.
Puan mengungkapkan pengalaman ketika bersama Olly meninjau masyarakat yang terdampak banjir bandang di Manado pada 2014. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan karakter Olly yang lebih memilih turun langsung menemui masyarakat daripada sekadar berbicara dari belakang meja.
Puan juga menceritakan awal perkenalannya dengan Olly pada 2009, ketika dirinya baru terpilih sebagai anggota DPR RI. Ia mengaku membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memahami gaya komunikasi Olly yang kerap menjawab persoalan dengan kata singkat, “Hmm”.
“Saya juga bingung. Sampai akhirnya sekarang itu saya udah tahu kalau Pak Olly ‘Hmm’ itu, dan Pak Olly juga paham kalau saya, ‘Gini gini gini gini?’ ‘Iya,’ gitu. Itu perlu waktu kurang lebih 10 tahun sampai kita tuh bisa memahami, saling-saling memahami,” ujar Puan.
Menurut Puan, judul “Menjaga Nyiur Tetap Melambai” sangat menggambarkan karakter Olly yang dinilai terus aktif dan produktif.
“Saya melihat judul bukunya Menjaga Nyiur Tetap Melambai, ya itu cocok sebenarnya dengan Pak Olly. Bahwa sampai hari ini pun Pak Olly itu tetap menjaga agar nyiur tetap melambai dengan segala aktivitas yang beliau lakukan,” katanya.
Soroti Pariwisata dan Toleransi Sulut
Puan juga menyoroti sejumlah capaian Sulawesi Utara selama kepemimpinan Olly, termasuk perkembangan sektor pariwisata dan pengakuan internasional terhadap Sulut sebagai salah satu destinasi wisata yang berkembang.
Selain pembangunan fisik, Puan memberikan apresiasi terhadap upaya Olly dalam menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara.
Menurutnya, keberagaman yang terjaga di Sulut merupakan gambaran Indonesia yang sesungguhnya.
“Saya bisa lihat orang Islam, orang Kristen, semua orang bisa kumpul dalam satu acara, mukanya ceria, tidak dibedakan juga oleh warna (partai). Ada Pak Misbakhun, ada saya, kita bisa kumpul. Harusnya itulah Indonesia. Sebagai pemimpin, kita tidak bisa bicara siapa saya, tapi kita siapa Indonesia. Kita harus selalu bergotong-royong untuk Indonesia,” tegas Puan.
Olly: Dukungan Pemerintah Pusat Sangat Penting
Sementara itu, Olly Dondokambey menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya memimpin Sulawesi Utara selama dua periode.
Olly mengapresiasi kontribusi para kepala daerah, jajaran pemerintahan, serta pemerintah pusat yang turut mendukung berbagai program pembangunan di Sulawesi Utara.
Ia menekankan pentingnya komunikasi strategis antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam memastikan program pembangunan berjalan optimal.
“Keberhasilan daerah itu bagaimana kita bisa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan pemerintah pusat. Tanpa dukungan pemerintah pusat, semuanya tidak akan jalan dengan baik. Selama ini Mbak Puan sebagai Menko waktu itu, kemudian sebagai Ketua DPR, sangat membantu sehingga segala sesuatu program di Sulawesi Utara berjalan mulus,” kata Olly.
Peluncuran buku tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi testimoni dari sejumlah tokoh yang pernah berinteraksi dan bekerja bersama Olly Dondokambey.
Beberapa tokoh yang memberikan testimoni antara lain Ketua BPK RI Isma Yatun, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, Theo L. Sambuaga, hingga Sonny Keraf.
Peluncuran “Menjaga Nyiur Tetap Melambai (Legacy)” akhirnya tidak hanya menjadi catatan perjalanan seorang kepala daerah, tetapi juga ruang untuk merefleksikan pengalaman kepemimpinan, pembangunan, toleransi, serta hubungan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam membangun Sulawesi Utara.













