MINAHASA — Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menyampaikan apresiasi atas geliat ekonomi masyarakat desa yang mulai menembus pasar internasional, menyusul ekspor sabut kelapa dari Desa Kapitu ke Guangzhou, China.

Mewakili Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wagub Victor hadir langsung menyaksikan pelepasan dua kontainer sabut kelapa yang sebelumnya kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Di Desa Kapitu, saya melihat tumpukan sabut kelapa yang dulu mungkin dianggap tidak terlalu bernilai. Namun dari tempat yang sama, kini dua kontainer bisa berangkat menuju Guangzhou. Ini adalah langkah sederhana yang membawa harapan besar,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini bukan sekadar aktivitas ekspor, melainkan simbol dari kerja keras, ketekunan, dan proses panjang masyarakat desa dalam mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai.
“Saya melihat bagaimana sesuatu yang biasa bisa berubah menjadi peluang. Dari tangan-tangan masyarakat, melalui proses yang tidak instan, hingga akhirnya produk ini mampu menembus pasar dunia,” tambahnya.
Victor menegaskan bahwa kekuatan Sulawesi Utara sesungguhnya terletak pada desa-desa yang terus bergerak dan masyarakat yang tidak berhenti berinovasi.
“Ini bukan hanya soal ekspor. Ini tentang harapan yang perlahan menemukan jalannya. Kekuatan Sulut ada di desa, pada orang-orang yang terus berusaha, dan pada potensi yang sering kali luput kita lihat,” ungkapnya.
Ia pun berharap keberhasilan ini dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak inisiatif serupa dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
“Semoga ini bukan yang terakhir. Semoga semakin banyak cerita seperti ini lahir dari tempat-tempat sederhana yang diam-diam sedang bertumbuh,” pungkasnya.













