Hadapi Tantangan Dunia Kerja, Ferry Liando Bekali Ribuan Peserta PKPG GMIM 2026 dengan Konsep ‘Kingdom Career’

Minahasa Tenggara – Persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemuda gereja saat ini. Di tengah semakin terbatasnya lapangan kerja, pemuda dituntut memiliki kualitas diri yang unggul agar mampu bersaing dan membangun masa depan yang mandiri.

Hal tersebut disampaikan Dosen FISIP Unsrat, Ferry Daud Liando, saat membawakan materi bertajuk “Kingdom Career” dalam Perkemahan Karya Pemuda GMIM Sinode GMIM Tahun 2026 di Wilayah Tombatu Barat, Kabupaten Minahasa Tenggara, Rabu (1/7/2026).

Menurut Ferry, banyak pemuda gereja yang hingga kini masih mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada meningkatnya angka pengangguran, tetapi juga berpotensi menjadi beban keluarga hingga memicu berbagai persoalan sosial.

Mantan Wakil Ketua Komisi Pemuda Sinode GMIM periode 2005–2010 itu menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan semakin sulitnya memperoleh pekerjaan saat ini.

“Pertama, semakin terbatasnya institusi pemerintah maupun swasta yang membutuhkan tenaga kerja. Kedua, perkembangan teknologi yang telah menggantikan banyak pekerjaan manusia. Ketiga, semakin meningkatnya persaingan tenaga kerja, termasuk dari luar negeri. Keempat, masih lemahnya daya saing sebagian pencari kerja dalam menghadapi kompetisi,” jelasnya.

Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa tantangan tersebut tidak boleh membuat pemuda gereja menyerah.

“Pemuda gereja harus tetap berjuang mendapatkan pekerjaan. Tidak mungkin selamanya bergantung pada orang tua. Kelak setiap pemuda akan membangun keluarga, membesarkan anak, dan memenuhi berbagai kebutuhan hidup melalui kerja keras,” katanya.

Anggota Komisi Pemuda Sinode GMIM Koordinator Rayon Minahasa Selatan periode 2000–2005 itu menambahkan, bekerja juga merupakan bagian dari kesaksian iman dan tanggung jawab sosial.

“Tidak elok jika pemuda gereja dikenal sebagai pengangguran. Salah satu pemicu berbagai persoalan sosial, termasuk kerusuhan dan tindak kejahatan, adalah banyaknya pemuda usia produktif yang tidak memiliki pekerjaan tetap,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Ferry juga membagikan empat strategi yang perlu dimiliki pemuda gereja agar mampu bersaing memperoleh pekerjaan sekaligus mengembangkan karier.

Strategi pertama adalah membangun kecerdasan melalui keseriusan belajar. Menurutnya, kemampuan akademik dan intelektual tetap menjadi modal penting dalam memasuki dunia kerja.

Kedua, membangun karakter dan rekam jejak yang baik. Ia menilai karakter seperti kejujuran, kerendahan hati, disiplin, serta sikap positif menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang.

“Sepintar apa pun seseorang, jika tidak memiliki karakter yang baik, maka kemampuan itu tidak akan memberikan manfaat yang maksimal,” tegasnya.

Ketiga, mengembangkan keterampilan atau skill, baik dalam penguasaan teknologi, kemampuan berbahasa asing, pengembangan talenta seni, maupun berbagai kompetensi lain yang dapat meningkatkan nilai diri di dunia kerja.

Keempat, membangun jejaring sosial (networking). Ferry menilai peluang kerja sering kali datang melalui orang-orang yang mengenal kapasitas, karakter, dan kemampuan seseorang.

“Jika kecerdasan, karakter, dan keterampilan sudah dimiliki, maka membangun jejaring akan menjadi lebih mudah. Banyak kesempatan kerja hadir melalui relasi yang mengetahui kualitas diri kita,” katanya.

Ia menambahkan, keempat aspek tersebut bukan hanya mempermudah seseorang memperoleh pekerjaan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mengembangkan karier setelah memasuki dunia kerja.

Perkemahan Karya Pemuda Sinode GMIM 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. Selain Ferry Daud Liando, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Ketua Sinode GMIM Pdt. Dr. Adolf Wenas serta Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling, yang turut memberikan motivasi kepada puluhan ribu pemuda GMIM untuk menjadi generasi yang beriman, tangguh, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *