Berita  

Rio Dondokambey Tancap Gas! Puncak Paskah Nasional GAMKI di Kotamobagu Berlangsung Spektakuler

Edisibacirita – Gemuruh semangat ribuan pemuda Kristen dari seluruh penjuru nusantara memadati Hotel Sutan Raja Kotamobagu pada Senin (27/4). Kehadiran mereka bukan sekadar untuk merayakan Puncak Paskah Nasional dan Dies Natalis ke-64 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), melainkan untuk menegaskan posisi strategis pemuda dalam narasi besar pembangunan bangsa.

Mengusung tema visioner “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, agenda kolosal ini bertransformasi dari sekadar seremoni iman menjadi panggung konsolidasi ideologis. GAMKI kembali membuktikan perannya sebagai kawah candradimuka bagi pemuda Kristen untuk memperkuat pengabdian terhadap kedaulatan NKRI.

Sebelum memasuki inti acara, nuansa lokal yang kental menyapa para hadirin. Kekayaan budaya Sulawesi Utara tumpah ruah melalui penampilan Tarian Tuitan dan Kabela yang sarat makna penghormatan, hingga dentum ritmis Masamperyang energik, menciptakan atmosfer persaudaraan yang hangat.

Suasana beralih menjadi khidmat saat ibadah syukur yang dipimpin oleh Pdt. Ch. Raintama Pangulimang, M.Th.Dalam khotbahnya, pesan pembaruan kemanusiaan menjadi refleksi mendalam bagi ribuan kader yang hadir, mengingatkan kembali akan esensi pelayanan di tengah masyarakat.

Ketua Umum Panitia, Rio Dondokambey, menyampaikan apresiasi tinggi atas terpilihnya Kotamobagu sebagai pusat gravitasi kegiatan nasional ini. Anggota DPR RI tersebut menegaskan bahwa kesuksesan acara ini adalah pesan kuat bagi Indonesia.

“Pelaksanaan kegiatan di Bolaang Mongondow Raya ini adalah bukti otentik bahwa daerah di luar ibu kota provinsi memiliki kapasitas dan standar pelayanan luar biasa untuk menyelenggarakan agenda berskala nasional,” tegas Rio dengan nada bangga.

Kehadiran dua pejabat negara, Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Dzulfikar Ahmad Tawalla dan Wakil Menteri Investasi/Hilirisasi Todotua Pasaribu, memberikan bobot intelektual tersendiri pada hajatan ini.

Wamen Dzulfikar Ahmad Tawalla dalam orasi kebangsaannya menyoroti ancaman “desa hampa” akibat urbanisasi ekstrem, sebuah fenomena global yang mulai menghantui banyak negara. Ia menantang kader GAMKI untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keseimbangan pembangunan desa-kota. “Presiden menitipkan salam hangat dan mengajak seluruh keluarga besar GAMKI untuk terus menghadirkan nilai kasih sebagai perekat kehidupan berbangsa,”tambahnya.

Di sisi lain, Wamen Todotua Pasaribu menitikberatkan pada akselerasi ekonomi. Ia memotivasi para pemuda untuk bertransformasi dari penonton menjadi aktor utama dalam ekosistem hilirisasi. Menurutnya, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci agar pemuda mampu memacu pertumbuhan ekonomi di tengah keberagaman yang ada.

Perayaan ini pun berakhir bukan sekadar sebagai penutup agenda organisasi, melainkan sebagai titik start baru bagi GAMKI untuk terus berkontribusi dalam membarui kemanusiaan dan memajukan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *