Mentan Amran Puji Kinerja Pemprov Sulut, Bantuan Jagung 15 Ribu Hektare Langsung Disetujui

Edisibacirita — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kembali memperoleh dukungan strategis dari pemerintah pusat dalam upaya memperkuat sektor pertanian. Kementerian Pertanian Republik Indonesia menyetujui bantuan bibit jagung untuk pengembangan lahan seluas 15.000 hektare di berbagai wilayah Sulut.

Persetujuan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembibitan di Kelurahan Bengkol, Manado, Jumat (1/5/2026). Kehadiran Mentan disambut oleh Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay dan jajaran pemerintah daerah.

Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian cepat dari pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa bantuan ini menjadi dorongan besar bagi peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung yang menjadi salah satu andalan daerah.

“Ini merupakan bentuk kepercayaan yang harus kami jawab dengan kerja nyata. Kami akan memastikan bantuan ini dikelola secara optimal demi meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Ia menilai sinergi yang solid serta komunikasi yang efektif antara pemerintah daerah dan pusat menjadi faktor utama percepatan realisasi bantuan tersebut.

“Kami melihat tata kelola pemerintahannya berjalan baik, sehingga permintaan bantuan bisa langsung kami respon. Silakan ajukan kebutuhan lainnya,” ungkap Mentan.

Untuk memastikan program berjalan efektif, pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian akan menerapkan sistem pengawasan distribusi yang ketat dan terukur. Langkah ini dilakukan agar bantuan bibit benar-benar diterima oleh petani yang berhak serta mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hasil panen.

Dukungan ini diharapkan tidak hanya mendorong peningkatan produksi jagung di Sulawesi Utara, tetapi juga memperkuat peran daerah sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *