Daerah  

Di Balik Gemerlap Panggung, Rio Dondokambey Sukses Jadi Penggerak Paskah Nasional GAMKI 2026

Edisibacirita — Gemuruh pujian menggema di Ballroom Sutan Raja, ribuan kader memadati ruangan dalam perayaan Ibadah Paskah Nasional dan Dies Natalis ke-64 GAMKI, Senin (27/4/2026). Namun di balik kemegahan itu, ada satu sosok yang lebih banyak bekerja dalam senyap: Rio Dondokambey.

Sebagai Ketua Panitia, Rio tidak menempatkan diri sebagai pusat perhatian. Ia justru hadir di balik layar, memastikan setiap rangkaian acara berjalan rapi—dari hal teknis hingga koordinasi besar yang menentukan jalannya kegiatan berskala nasional ini.

Sekretaris Umum Panitia, Arfin Mapia, menilai kepemimpinan Rio terasa berbeda karena kedekatannya dengan tim di lapangan.

“Beliau tidak sekadar memberi instruksi. Ia hadir, ikut merasakan dinamika kerja kami. Itu yang membuat kami semakin solid,” ungkap Arfin.

Menurutnya, komunikasi yang intens dan keputusan cepat yang diambil Rio menjadi faktor penting dalam menjaga ritme kerja panitia tetap stabil, bahkan saat menghadapi berbagai tantangan selama persiapan.

Mengusung tema “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, semangat kebersamaan bukan hanya terasa dalam ibadah, tetapi juga tercermin dalam proses panjang yang telah dilalui. Selama sebulan, berbagai kegiatan digelar—mulai dari lomba Cerdas Cermat Alkitab hingga paduan suara—sebagai bagian dari upaya membangun iman sekaligus mempererat solidaritas kader.

Dalam sambutannya, Rio memilih menahan diri dari sorotan dan lebih menekankan keberhasilan kolektif serta kebanggaan daerah.

“Ini bukan tentang satu orang. Ini kerja bersama. Dan kami bangga, Bolaang Mongondow Raya mampu menjadi tuan rumah kegiatan nasional dengan baik,” ujarnya.

Apresiasi terhadap peran Rio juga kembali disampaikan Arfin yang menilai dedikasi tersebut bukan sekadar formalitas jabatan.

“Bung Rio bukan hanya ketua di atas kertas. Ia benar-benar hadir dalam setiap proses, dari detail kecil sampai keputusan besar,” tegasnya.

Kehadiran tokoh nasional seperti Todotua Pasaribu dan Dzulfikar Ahmad Tawalla turut menegaskan pentingnya agenda ini dalam skala nasional.

Ketika acara mencapai puncaknya dan lagu penutup dinyanyikan, kesan yang tertinggal bukan hanya kemegahan panggung. Lebih dari itu, keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti bahwa kerja yang dilandasi komitmen, kebersamaan, dan semangat melayani mampu melahirkan sesuatu yang bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *