MINAHASA – Semangat melayani dan berbagi kasih menjadi wujud nyata yang ditunjukkan Pemuda GMIM Yudea Malola Satu melalui kegiatan “Pemuda Yudea Berdiakonia”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Koinonia (persekutuan), Marturia (kesaksian), dan Diakonia (pelayanan) dengan mengunjungi serta menyalurkan bantuan kepada para janda, duda, dan lanjut usia di lingkungan Jemaat GMIM Yudea Malola Satu.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga merupakan bagian dari pembinaan iman pemuda agar semakin peka terhadap kebutuhan sesama dan menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata.
Koordinator kegiatan, Pnt. Geofani Dion Lendo, mengatakan bahwa pelayanan merupakan panggilan setiap orang percaya. Menurutnya, ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, maka persekutuan, kesaksian, dan pelayanan tidak hanya menjadi tema gereja, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami percaya bahwa persekutuan yang sejati akan melahirkan kesaksian, dan kesaksian yang sejati harus diwujudkan melalui pelayanan. Karena itu, ketika Kristus menjadi pusat kehidupan, pelayanan kepada sesama bukan lagi sekadar program kerja, melainkan menjadi gaya hidup setiap pemuda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui kunjungan kepada para janda, duda, dan lansia, para pemuda ingin menghadirkan sukacita, perhatian, dan penghiburan bagi warga jemaat yang membutuhkan kasih serta kepedulian.
“Bantuan yang kami berikan mungkin tidak besar, tetapi kami berharap kasih, perhatian, dan kebersamaan yang kami bawa dapat menjadi penguatan bagi mereka. Pelayanan bukan diukur dari nilai materi, melainkan dari ketulusan hati untuk berbagi dan menjadi berkat bagi sesama,” katanya.
Lebih lanjut, Geofani berharap kegiatan diakonia tersebut menjadi proses pembentukan karakter bagi seluruh anggota Pemuda GMIM Yudea Malola Satu agar terus bertumbuh dalam iman, memiliki kepedulian sosial, serta siap melayani di mana pun Tuhan menempatkan mereka.
Menurutnya, keberhasilan pelayanan tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari perubahan hidup yang semakin mencerminkan kasih Kristus.
“Harapan kami, Pemuda GMIM Yudea Malola Satu tidak hanya dikenal karena banyaknya kegiatan, tetapi karena mampu menjadi generasi yang dewasa dalam iman, rendah hati, peduli terhadap sesama, dan selalu mengutamakan kemuliaan Tuhan dalam setiap pelayanan. Sebab tujuan utama pelayanan bukan untuk membesarkan diri atau organisasi, melainkan memuliakan Kristus. Seperti firman Tuhan dalam Yohanes 3:30, ‘Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil’,” tutupnya.
Melalui kegiatan “Pemuda Yudea Berdiakonia”, Pemuda GMIM Yudea Malola Satu berharap semangat Koinonia, Marturia, dan Diakonia terus menjadi napas pelayanan gereja, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk menghadirkan kasih Kristus melalui aksi nyata yang membawa sukacita, harapan, dan berkat bagi sesama.













