TIFF 2026 Resmi Ditutup, Caroll Senduk: Kolaborasi Jadi Kekuatan Tomohon

TOMOHON — Gelaran Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 resmi berakhir. Wali Kota Tomohon Caroll J.A. Senduk, S.H., menutup seluruh rangkaian festival yang berlangsung selama sepekan tersebut di Gedung Olahraga (GOR) Babe Palar Tomohon, Rabu (12/8/2026).

Penutupan ditandai dengan pemukulan kolintang nada tunggal secara bersamaan. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda berakhirnya salah satu agenda pariwisata berskala internasional yang kembali menghadirkan beragam atraksi bunga, budaya, dan kreativitas di Kota Tomohon.

Dalam sambutannya, Caroll menyampaikan syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian TIFF 2026. Ia menyebut keberhasilan penyelenggaraan festival menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan TIFF pada tahun-tahun mendatang.

Menurutnya, selama satu pekan pelaksanaan, Tomohon menjadi ruang pertemuan berbagai latar belakang melalui bunga, budaya, kreativitas, dan tradisi. Masyarakat lokal berinteraksi dengan pengunjung dari berbagai daerah dan negara, sementara pemerintah, dunia usaha, komunitas, pelaku UMKM, seniman, generasi muda, serta berbagai elemen masyarakat terlibat dalam semangat kerja bersama.

“Itulah makna yang boleh tercipta dalam Collaboration of Spirit di TIFF tahun ini. Kolaborasi ada ketika kita saling mendukung dan bekerja sama. TIFF 2026 telah membuktikan bahwa ketika kita bergerak bersama, Tomohon mampu menghadirkan sesuatu yang besar,” ungkap Caroll.

Atas terselenggaranya TIFF 2026, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, kementerian terkait, Forkopimda, DPRD Kota Tomohon, sponsor, dan mitra penyelenggara.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada pelaku usaha, perbankan, komunitas, media, insan pariwisata, seniman, budayawan, relawan, serta seluruh panitia yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan festival tersebut.

Caroll secara khusus memberikan penghargaan kepada masyarakat Kota Tomohon yang telah menerima dan melayani para tamu selama kegiatan berlangsung.

“Penghargaan secara khusus juga disampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon yang telah menjadi tuan rumah yang baik selama pelaksanaan festival. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Tomohon,” tuturnya.

Ia menegaskan, TIFF bukan semata-mata agenda pemerintah, melainkan milik seluruh masyarakat Tomohon. Festival ini juga dinilai telah berkembang melampaui kegiatan seremonial, dengan menjadi wadah promosi pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga diplomasi daerah.

Pemerintah Kota Tomohon, lanjutnya, berkomitmen agar penyelenggaraan TIFF memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama melalui dampak berganda atau multiplier effect terhadap perekonomian lokal.

“Festival ini tidak hanya menghadirkan keindahan selama beberapa hari, tetapi memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat. Bunga Tomohon semakin dikenal, produk UMKM Tomohon semakin luas pasarnya,” ujarnya.

Dengan berakhirnya TIFF 2026, pemerintah daerah berharap jejaring promosi dan kolaborasi yang terbentuk selama festival dapat terus berlanjut, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi bunga, produk UMKM, dan potensi pariwisata Kota Tomohon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *