MANADO – Filosofi Si Tou Timou Tumou Tou (Manusia hidup untuk memanusiakan manusia) menjadi salah satu nilai yang relevan dalam gagasan pembangunan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ke depan.
Semangat yang diwariskan Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi tersebut sejalan dengan arah kepemimpinan yang ditawarkan Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A, Subsp. Neo(K), yang resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Rektor Unsrat periode 2026–2030.
Rocky mendatangi Auditorium Unsrat, Kamis (5/11/2026), dengan dikawal ratusan pendukung yang didominasi civitas akademika Fakultas Kedokteran bersama sejumlah simpatisan dari fakultas lainnya. Ia tercatat sebagai pendaftar ketiga dalam proses penjaringan tersebut.
Dalam wawancara bersama media, Rocky menilai kemajuan universitas tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan fisik maupun capaian akademik. Lebih dari itu, kampus harus mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk berkembang.
“Bagi saya, filosofi Si Tou Timou Tumou Tou tidak boleh hanya menjadi semboyan yang kita banggakan. Filosofi ini harus hidup dalam setiap kebijakan universitas. Bagaimana kita menghargai manusia, memberikan kesempatan yang sama, dan memastikan setiap orang memiliki ruang untuk berkembang,” ungkap Rocky.
Ia menegaskan, kepemimpinan universitas juga harus dibangun melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh civitas akademika.
“Rektor bukan pemilik universitas, tetapi orang yang diberikan kepercayaan dan tanggung jawab untuk melayani. Karena itu, membangun Unsrat tidak bisa dilakukan sendiri. Kita membutuhkan kebersamaan, keterbukaan, dan kepercayaan dari seluruh elemen kampus,” tambahnya.
Sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsrat, Rocky juga menempatkan peningkatan kualitas mahasiswa dan proses pembelajaran sebagai prioritas.
Ia menyebut arah programnya akan diselaraskan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto serta program kerja Kementerian, khususnya di bidang pendidikan.
“Pertama-tama tentunya saya akan ikut program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dan program kerja Kementerian, khususnya di bidang pendidikan. Dengan program yang sangat luas ini, kalau bisa saya ringkas, kita akan mulai dengan meningkatkan kualitas peserta didik dan proses pembelajarannya,” ujarnya.
Selain itu, peningkatan kualitas penelitian dan inovasi dosen maupun mahasiswa menjadi agenda yang ingin diperkuat.
Rocky juga menyoroti kebutuhan pembenahan sarana dan prasarana kampus, mulai dari fasilitas sanitasi, gedung perkuliahan hingga ruang praktikum. Bersamaan dengan itu, kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan turut menjadi perhatian.
“Universitas yang kuat harus ditopang oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Kita tidak bisa menuntut dosen dan pegawai bekerja maksimal tanpa memperhatikan kesejahteraan serta ruang pengembangan profesional mereka,” ungkapnya.
Di sektor kemahasiswaan, ia ingin memastikan persoalan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan.
“Jangan sampai ada mahasiswa yang memiliki kemampuan dan semangat belajar, tetapi harus berhenti kuliah karena keterbatasan biaya. Kampus harus hadir memberikan perhatian dan membuka kesempatan bagi mereka,” tegasnya.
Rocky juga ingin memperluas peran Unsrat di luar lingkungan akademik melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, perguruan tinggi harus menjadi mitra strategis dalam menjawab persoalan pembangunan, baik melalui penelitian, kajian akademik maupun inovasi yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.
“Unsrat tidak boleh hanya menjadi menara gading. Kita memiliki banyak akademisi, peneliti, dan sumber daya intelektual. Potensi ini harus bisa dimanfaatkan untuk membantu pemerintah dan masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan daerah,” tuturnya.
Ia berharap hubungan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah kabupaten dan kota semakin erat sehingga kontribusi universitas terhadap pembangunan Bumi Nyiur Melambai semakin luas.
“Saya ingin Unsrat menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Utara. Kampus ini harus mampu menghasilkan sumber daya manusia unggul sekaligus memberikan manfaat nyata bagi daerah,” tandasnya.
Diketahui, Rocky pernah menjabat Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Utara selama dua periode, 2008–2011 dan 2011–2014. Ia juga pernah memimpin Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Sulawesi Utara selama dua periode, 2014–2017 dan 2017–2021.
Keabsahan pendaftarannya ditandai dengan penyerahan dokumen bakal calon rektor, penandatanganan berita acara pendaftaran, serta pembacaan pakta integritas yang disaksikan panitia penyelenggara, para pendukung dan awak media.
Tahapan selanjutnya dalam pemilihan Rektor Unsrat periode 2026–2030 adalah seleksi administrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 12–18 November 2026.













