MANADO – Aksi demonstrasi yang dilakukan Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara (PERMSTA) di Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (4/11/2026), berlangsung dengan suasana yang diwarnai pesan persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.

Ada momen menarik sebelum massa menyampaikan aspirasi. Ketua DPRD Sulut, dr. Fransiscus Andi Silangen, turun langsung menemui para demonstran dan mengajak massa mengawali kegiatan dengan doa.
Di tengah situasi aksi penyampaian aspirasi, Andi Silangen mendoakan agar seluruh rangkaian demonstrasi dapat berjalan aman, tertib, dan damai. Sikap tersebut menjadi bentuk pendekatan humanis pimpinan DPRD dalam menyambut masyarakat yang datang menyuarakan aspirasi.
Setelah itu, massa PERMSTA melanjutkan aksi dengan menyampaikan sejumlah tuntutan, baik terkait persoalan nasional maupun berbagai isu daerah yang menjadi perhatian mereka.
Sepanjang aksi, penyampaian aspirasi menjadi bagian dari dinamika demokrasi antara masyarakat dan lembaga legislatif. DPRD sebagai representasi rakyat diharapkan menjadi ruang terbuka bagi setiap kelompok masyarakat untuk menyampaikan kritik dan tuntutan.
Hal menarik lainnya terlihat menjelang berakhirnya aksi. Sebelum membubarkan diri, massa menunjukkan semangat toleransi melalui kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.
Peserta aksi yang beragama Islam melaksanakan salat, sementara massa yang beragama Kristen mengikuti doa bersama. Suasana tersebut menjadi penutup demonstrasi yang menghadirkan pesan kuat tentang kebersamaan di tengah perbedaan keyakinan.
Momen ini memperlihatkan bahwa perjuangan menyampaikan aspirasi tidak harus mengesampingkan nilai-nilai persaudaraan. Perbedaan agama bukan menjadi penghalang untuk berdiri bersama dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.
Aksi PERMSTA pada Rabu tersebut pun menjadi gambaran bahwa demokrasi tidak hanya berbicara tentang keberanian menyampaikan kritik, tetapi juga tentang bagaimana menjaga sikap saling menghormati, mengedepankan dialog, dan merawat toleransi.
Dari doa yang dipimpin bersama Ketua DPRD hingga salat dan doa lintas agama sebelum massa mengakhiri aksi, demonstrasi ini meninggalkan pesan bahwa perbedaan dapat berjalan beriringan dengan persatuan dan kedamaian.













