TOMOHON – Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tomohon sekaligus mantan Presiden Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Evangly Kereh, menyampaikan apresiasi terhadap langkah pimpinan rektorat dan fakultas dalam menyikapi dinamika yang berkembang di lingkungan kampus.
Evangly mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya keluarga besar UKIT, agar menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijaksana dan objektif. Ia menilai, keterbukaan, komunikasi, serta tanggung jawab bersama menjadi hal penting dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan institusi pendidikan.
“Saya mengapresiasi langkah yang diambil oleh Pimpinan Rektorat dan Fakultas. Sebagai bagian dari keluarga besar UKIT, saya berharap seluruh elemen masyarakat dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijaksana, objektif, dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya,” ungkap Evangly.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, terutama melalui media sosial. Menurutnya, informasi yang belum dipahami secara utuh berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan membentuk opini yang dapat merugikan pihak tertentu.
Karena itu, ia mendorong publik untuk mengedepankan sikap kritis dan bertanggung jawab, serta memastikan informasi yang diterima dipahami berdasarkan fakta sebelum disebarluaskan.
Lebih lanjut, Evangly menegaskan bahwa kemajuan UKIT bukan hanya menjadi tanggung jawab pimpinan universitas, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari dosen, mahasiswa, alumni, hingga masyarakat.
“Sebagai mantan Presiden Mahasiswa UKIT dan saat ini sebagai Ketua Cabang GMKI Tomohon, saya berharap kita semua dapat terus menopang Pimpinan Rektorat dan Fakultas dalam mengembangkan Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Kita perlu membangun semangat kebersamaan, memberikan dukungan yang konstruktif, serta menyampaikan kritik dan masukan secara bertanggung jawab demi kemajuan institusi yang kita cintai bersama,” tegasnya.
Meski demikian, Evangly menekankan bahwa kritik dan evaluasi tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan akademik. Menurutnya, penyampaian kritik perlu dilakukan dengan menjunjung tinggi etika, objektivitas, dialog, dan orientasi pada penyelesaian masalah.
Ia berharap dinamika yang berkembang saat ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan serta membangun komunikasi yang lebih baik di antara seluruh elemen kampus.
“UKIT adalah rumah bersama yang harus kita jaga dan kembangkan. Karena itu, mari kita mengambil bagian dalam mendukung kemajuan universitas dengan cara yang positif, bijaksana, dan bertanggung jawab,” tutup Evangly.
Evangly menegaskan bahwa dukungan terhadap UKIT harus berjalan seiring dengan sikap kritis, keterbukaan, dan tanggung jawab. Dengan semangat kebersamaan, ia berharap UKIT terus berkembang menjadi institusi pendidikan tinggi yang semakin maju dan berkualitas.













