MANADO — Ancaman narkoba terhadap generasi muda tidak hanya dilihat sebagai persoalan kesehatan maupun tindak kriminal, tetapi juga dikaitkan dengan ketahanan dan masa depan bangsa. Hal tersebut disampaikan Dekan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Dr. Ferry Daud Liando, S.IP., M.Si., saat membuka Sosialisasi Bahaya Narkoba di Gedung Menara FISIP Unsrat, Senin (28/9/2026).
Kegiatan tersebut digelar FISIP Unsrat bekerja sama dengan Garda Nusantara Sulawesi Utara, dengan melibatkan ratusan mahasiswa sebagai peserta.
Dalam sambutannya, Liando menyampaikan pandangannya bahwa peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak semestinya hanya dilihat dari sisi ekonomi atau sebagai kejahatan biasa.
Ia mengaitkan persoalan tersebut dengan persaingan antarnegara yang dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, termasuk persaingan ekonomi, pasar, kekuatan militer maupun kepentingan terhadap sumber daya alam.
Menurut Liando, Indonesia memiliki posisi strategis karena kekayaan sumber daya alamnya. Dalam konteks tersebut, ia menilai ancaman terhadap generasi muda perlu mendapat perhatian serius.
“Namun demikian pihak asing tidak pernah menyerah untuk mengendalikan negara ini, selalu saja ada upaya untuk melemahkan bangsa ini. Salah satu cara yang dilakukan adalah pengedaran narkoba bagi kalangan anak muda,” kata Liando.
Ia melanjutkan, narkoba dapat memberikan dampak serius terhadap individu maupun kehidupan sosial karena dapat mengganggu kemampuan kognitif, produktivitas dan kondisi mental penggunanya.
“Ketika makin banyak yang terlibat kecanduan, maka masa depan bangsa bisa rusak dan peluang bangsa lain akan menguasai kita termasuk kekayaan sumber daya alam,” ujarnya.
Liando juga mengingatkan mahasiswa agar tidak menganggap persoalan narkoba sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan kualitas masa depan bangsa sehingga perlu memiliki kesadaran untuk menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Sasar Mahasiswa, Perkuat Pencegahan
Ketua Garda Nusantara Sulut Mirel Sengkey, didampingi Ketua Panitia Jessica Sendouw, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan di kalangan mahasiswa.
Sosialisasi dilakukan agar mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai bahaya narkoba dan tidak mudah terpengaruh berbagai tawaran penggunaan maupun peredaran narkotika yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Kegiatan menghadirkan Ketua Dewan Pembina Garda Nusantara Sulut Standius Bara Prima, M.I.Kom., serta perwakilan BNN Sulawesi Utara sebagai narasumber.
Sekitar 300 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari FISIP Unsrat, tetapi juga dari sejumlah fakultas lainnya.
Turut hadir Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unsrat Dr. Alfon Kimbal dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Donal Monintja.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh informasi mengenai bahaya narkoba, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut membangun lingkungan kampus yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.













