Paripurna HUT ke-62 Sulawesi Utara, Gubernur Yulius: Bukan Sekadar Merayakan, Tapi Memperbarui Komitmen kepada Rakyat

MANADO — Peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah. Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. menjadikannya sebagai momentum introspeksi sekaligus memperbarui komitmen pemerintah bersama seluruh masyarakat untuk menghadirkan pembangunan yang lebih baik dan merata.

Pesan itu disampaikan Yulius dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara dalam rangka memperingati HUT ke-62 Sulut, Selasa (22/9/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Sulut Fransiscus Andi Silangen dan dihadiri Wakil Gubernur Sulut Dr. J. Victor Mailangkay, S.H., M.H., bersama jajaran pemerintahan serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam pidatonya, Yulius mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Utara, dari Miangas hingga Pinogaluman, untuk tidak hanya melihat capaian yang telah diraih, tetapi juga menengok kembali perjalanan panjang daerah dan jasa para pendahulu.

Menurutnya, 62 tahun Sulawesi Utara merupakan catatan panjang yang dibangun melalui perjuangan, kerja keras dan nilai-nilai yang diwariskan generasi sebelumnya.

“Kita tidak hanya merayakan apa yang telah dicapai, tetapi berjanji untuk melakukan yang lebih baik lagi. Sulawesi Utara adalah rumah kita bersama — dari ujung utara di Miangas hingga kepulauan di selatan, dari pantai hingga pegunungan — satu keluarga, satu tekad, satu tujuan: kemajuan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh putra-putri Bumi Nyiur Melambai,” kata Yulius.

Yulius menekankan bahwa persatuan dan kerukunan merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan.

Keberagaman suku, agama dan budaya yang dimiliki Sulawesi Utara, menurutnya, harus terus dipelihara sebagai kekayaan daerah. Semangat tersebut tercermin dalam falsafah “Torang Samua Basudara” serta nilai kebangsaan yang diwariskan Pahlawan Nasional Dr. Sam Ratulangi.

Karena itu, pembangunan tidak hanya membutuhkan program dan anggaran, tetapi juga kebersamaan seluruh elemen masyarakat.

Dalam arahannya, Gubernur menggarisbawahi empat hal yang menjadi perhatian dalam pembangunan Sulawesi Utara ke depan.

Pertama, mempertahankan persatuan dan kerukunan sebagai fondasi kehidupan masyarakat.

Kedua, memperkuat ekonomi yang kokoh dan berkeadilan dengan mengembangkan potensi kelautan, pertanian, pariwisata serta sumber daya manusia agar manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga pelosok desa.

Ketiga, memastikan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur terus diperkuat sebagai pelayanan dasar bagi seluruh masyarakat.

Keempat, membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat.

Yulius juga memberikan apresiasi kepada DPRD Sulut, jajaran pemerintah dan masyarakat yang terus mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Ia menegaskan, perjalanan Sulawesi Utara ke depan tidak dapat ditentukan oleh satu pihak saja.

“Kepada seluruh warga Sulut, di manapun Anda berada: terima kasih atas kerja keras, doa, dan pengabdian Anda. Mari kita lanjutkan perjuangan ini dengan ikhlas, bekerja dengan sepenuh hati, menjaga integritas, dan saling menguatkan. Masa depan Sulawesi Utara ditentukan bukan oleh satu orang, melainkan oleh kita semua yang bersatu tekad,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Yulius mengajak seluruh hadirin memanjatkan doa agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan rahmat, perlindungan dan kemakmuran bagi Sulawesi Utara.

HUT ke-62 Sulut pun ditempatkan bukan hanya sebagai penanda perjalanan sejarah, tetapi sebagai titik untuk memperkuat tekad bersama menuju daerah yang semakin damai, maju dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *