Job Fair Pemprov Sulut Buka 2.900 Lowongan, Victor Mailangkay: Strategi Konkret Tekan Pengangguran

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

MANADO – Sebanyak 2.900 peluang kerja dibuka dalam Job Fair yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Puluhan perusahaan hadir untuk mempertemukan langsung pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menjadi salah satu langkah pemerintah merespons persoalan pengangguran di Sulut.

Kegiatan yang digelar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Sulut tersebut diikuti 60 perusahaan dengan sekitar 2.900 lowongan pekerjaan.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara Dr. J. Victor Mailangkay, SH, MH yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, Job Fair merupakan salah satu strategi konkret pemerintah untuk mempercepat penanggulangan pengangguran dengan memperpendek jarak antara pencari kerja dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

“Provinsi Sulawesi Utara dan seluruh pihak terkait sudah menginisiasi pelaksanaan kegiatan yang bernilai penting ini. Kiranya kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik, serta memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah Sulawesi Utara,” ujar Victor.

Ia juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan Sulut berdasarkan data BPS melalui Sakernas Mei 2026.

Data tersebut mencatat angkatan kerja Sulut mencapai sekitar 1,37 juta orang, dengan penduduk yang bekerja sebanyak 1,29 juta orang. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di angka 5,85 persen, atau sekitar 80 ribu orang.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Februari 2026. Saat itu, jumlah angkatan kerja tercatat sekitar 1,34 juta orang dengan TPT 5,75 persen atau sekitar 77 ribu orang.

Dengan demikian, terdapat peningkatan jumlah pengangguran terbuka sekitar 3 ribu orang dalam periode tersebut.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Nakertrans Sulut Noldy Salindeho menyebut peluang yang tersedia dalam Job Fair 2026 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini kita membuka seluas-luasnya. Ada 60 perusahaan yang menjadi peserta dengan kurang lebih 2.900 lowongan. Ini meningkat dibanding 2025 yang 2.700. Jadi ada penambahan kurang lebih 200,” jelas Noldy.

Menurutnya, jumlah lowongan bahkan masih berpotensi bertambah karena sejumlah perusahaan membuka kebutuhan tenaga kerja di luar jumlah yang sebelumnya telah didaftarkan.

“Bahkan masih banyak perusahaan yang pada hari ini membuka lebih dari jumlah yang sudah didaftarkan, karena memang kebutuhan kerja di Sulawesi Utara itu ternyata banyak,” lanjutnya.

Selain jumlah lapangan kerja, Noldy menekankan pentingnya kualitas pencari kerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian perusahaan, kata dia, adalah integritas dan etos kerja.

“Tadi juga Bapak Wakil Gubernur selalu menekankan. Pas dengan Sulawesi Utara karena yang ditonjolkan yaitu integritas dan etos kerja. Dua-duanya Sulawesi Utara kaya akan SDM seperti itu,” ungkap Noldy.

Ia mengatakan kemampuan teknis masih dapat dikembangkan melalui pelatihan dan pengalaman. Namun, integritas dan etos kerja dinilai menjadi bagian penting yang dicari perusahaan ketika merekrut tenaga kerja.

“Skill bisa diasah, tapi dua hal itu jadi landasan utama,” tambahnya.

Pemprov Sulut berharap Job Fair tidak hanya menjadi tempat bertemunya perusahaan dan pencari kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia serta memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja.

Langkah tersebut ditempatkan sebagai bagian dari agenda pembangunan ketenagakerjaan Sulawesi Utara menuju daerah yang maju, sejahtera dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *