Edisibacirita – Usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulawesi Utara, awak media melakukan wawancara eksklusif dengan Anggota DPRD Sulut Tonny Supit terkait viralnya foto dirinya bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy di media sosial.
Tokoh masyarakat Sitaro itu akhirnya angkat bicara dan menegaskan bahwa pertemuan tersebut sama sekali tidak direncanakan. Foto yang memperlihatkan keduanya berada di rumah makan yang sama sempat memicu berbagai spekulasi publik, terlebih dikaitkan dengan isu hukum yang berkembang di Kabupaten Sitaro.
Kepada sejumlah wartawan di Kantor DPRD Sulut, Senin (11/5/2026), Tonny menjelaskan bahwa dirinya datang ke restoran hanya untuk makan bersama rekan-rekannya dan tidak memiliki agenda apa pun dengan Kajati Sulut.
“Pertemuan itu kebetulan saja. Saya sedang makan bersama teman di restoran itu, dan Bapak Kajati memang sudah ada di situ. Saya tidak ada janjian dengan beliau,” ujar Tonny Supit.
Politisi senior tersebut juga menegaskan bahwa posisi duduk mereka berjauhan dan tidak ada komunikasi khusus selama berada di lokasi.
“Posisi duduk juga berjauhan. Saya hanya datang untuk makan, dan setelah selesai saya langsung pulang,” tambahnya.
Menanggapi isu yang mengaitkan pertemuan tersebut dengan kasus hukum yang tengah menjerat Bupati Sitaro, Tonny membantah keras adanya pembicaraan atau komunikasi terkait perkara hukum.
“Tidak ada komunikasi sama sekali. Kalau sekadar menyapa, itu hal wajar karena beliau pejabat publik dan saya anggota DPRD sekaligus anggota masyarakat. Kalau ada pertemuan rahasia, tentu tidak mungkin dilakukan di tempat umum seperti itu,” tegasnya.
Tonny juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba menggiring opini negatif atas kejadian tersebut. Ia menduga ada muatan politik di balik viralnya foto itu.
“Mungkin ada yang merasa ini momen untuk dikaitkan, entah karena dulu pernah berkompetisi di politik dan dianggap masih ada sisa sakit hati atau apa, saya tidak tahu. Yang jelas, itu murni kebetulan dan tidak ada hubungan apa-apa seperti yang disangkakan,” pungkasnya.
Di sisi lain, Tonny berharap masyarakat tetap tenang dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan tanpa terpengaruh isu-isu yang belum tentu benar.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi. Mari hormati proses hukum yang berjalan dan jangan menggiring opini berdasarkan asumsi,” tutupnya.













