Edisibacirita — Pasca-gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Gubernur Yulius Selvanus langsung mengambil langkah cepat dan taktis. Orang nomor satu di Sulut tersebut menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah kabupaten dan kota untuk segera turun ke lapangan melakukan pendataan menyeluruh terkait kerugian materil maupun imateril.
Langkah responsif ini diambil sesaat setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut status peringatan dini tsunami. Sebelumnya, guncangan gempa yang cukup kuat sempat memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi terjadinya gelombang pasang.
“Puji Tuhan, status tsunami sudah dicabut BMKG. Agar segera dilakukan pendataan kerugian,” ujar Gubernur Yulius Selvanus dengan nada lega, Senin (8/6/2026).
Gubernur menegaskan bahwa validitas data kerugian dari masing-masing daerah sangat krusial saat ini. Data tersebut tidak hanya menjadi dasar laporan resmi ke pemerintah pusat, tetapi juga akan menjadi acuan utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dalam menyalurkan bantuan logistik dan dana stimulan secara tepat sasaran.
“Untuk dilaporkan ke Pusat dan bantuan yang akan didistribusikan dari Pemprov. Terima kasih,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemprov Sulut bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat koordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan situasi di lapangan tetap aman dan kondusif.
Pemerintah daerah juga mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk:
- Tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.
- Mengecek kondisi bangunan tempat tinggal sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.
- Menyaring informasi dan mengabaikan berita hoaks yang tidak bersumber dari instansi resmi pemerintah (BMKG dan BPBD).
Dengan respons cepat dari jajaran pemprov, diharapkan proses pemulihan pasca-gempa di Sulawesi Utara dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat bisa segera beraktivitas normal kembali.













