Dari Jakarta, Victor Mailangkay Bawa Harapan Baru bagi Kebangkitan Peternakan Sulawesi Utara

JAKARTA – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menghadiri kegiatan Indonesia–Denmark Swine Genetics Partnership yang digelar di The Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Kehadiran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam forum tersebut menjadi bukti komitmen daerah dalam mempercepat pemulihan sektor peternakan babi pasca merebaknya African Swine Fever (ASF) yang sempat memberikan dampak besar terhadap para peternak.

Dalam kesempatan itu, Victor Mailangkay menegaskan bahwa pemulihan sektor peternakan tidak hanya diukur dari meningkatnya kembali produksi ternak, tetapi juga dari bangkitnya harapan dan kesejahteraan para peternak yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berat akibat wabah ASF.

“Pemulihan sektor peternakan bukan hanya tentang mengembalikan angka produksi, tetapi juga menghidupkan kembali harapan para peternak yang selama beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar akibat African Swine Fever (ASF),” ujar Victor.

Menurutnya, kemitraan Indonesia–Denmark menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemulihan peternakan babi melalui pengembangan genetika ternak unggul, peningkatan kualitas bibit, serta penerapan sistem biosekuriti yang lebih baik guna mencegah penyebaran penyakit di masa mendatang.

Victor menyampaikan bahwa Sulawesi Utara memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra peternakan babi di Indonesia. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga penelitian, dan para peternak agar sektor ini mampu berkembang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu sentra peternakan babi nasional. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan para peternak menjadi sangat penting untuk menghadirkan sektor peternakan yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan sektor-sektor ekonomi yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat, termasuk sektor peternakan.

“Saya meyakini, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan kita menjaga dan mengembangkan sektor-sektor yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Peternakan adalah salah satunya,” ungkap Victor.

Melalui kemitraan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap transfer teknologi, peningkatan kualitas genetika ternak, serta penerapan standar peternakan modern dapat mempercepat kebangkitan industri peternakan babi di daerah.

Victor Mailangkay optimistis sinergi yang dibangun antara Indonesia dan Denmark akan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi Sulawesi Utara, tetapi juga bagi pengembangan peternakan nasional.

“Kiranya langkah baik yang dimulai hari ini dapat membawa manfaat yang besar, tidak hanya bagi Sulawesi Utara, tetapi juga bagi Indonesia. Semoga para peternak kita semakin berdaya, semakin sejahtera, dan mampu bangkit bersama menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *