Reses Masa Persidangan II 2026, Hillary Julia Tuwo Serap Aspirasi Warga Tendeki dan Kema

Edisibacirita — Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Hillary Julia Tuwo, S.E., M.Sos, turun langsung menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026.

Reses yang berlangsung pada 3 dan 4 Agustus 2026 tersebut dilaksanakan di dua titik, yakni Tendeki dan Kema. Beragam aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari persoalan infrastruktur hingga kebutuhan dasar dan penguatan sektor pertanian.

Pada 3 Agustus 2026, dalam reses di Tendeki, masyarakat menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk segera mendapat perhatian. Di antaranya perbaikan jalan, penyediaan bak sampah, perbaikan jaringan listrik, bantuan pupuk dan alat pertanian, serta penyediaan air bersih.

Hillary mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi catatan penting untuk diperjuangkan melalui fungsi dan kewenangannya sebagai anggota DPRD Sulawesi Utara.

“Reses ini menjadi kesempatan bagi saya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan tentu akan saya catat dan perjuangkan sesuai dengan kewenangan yang ada, sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tidak berhenti hanya pada penyampaian aspirasi,” ujar Hillary.

Selanjutnya, pada 4 Agustus 2026, Hillary melanjutkan agenda reses di Kema. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyoroti kondisi jalan provinsi yang rusak serta meminta adanya peningkatan kualitas jalan.

Selain itu, warga juga mengusulkan pelebaran ruas jalan pada sejumlah titik yang sempit dan rawan kecelakaan. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat sekaligus kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi.

Tidak hanya persoalan jalan, masyarakat Kema turut menyampaikan aspirasi terkait peningkatan infrastruktur penunjang pertanian dan perekonomian, perbaikan drainase dan penanganan kawasan rawan banjir, serta peningkatan pelayanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan.

Menurut Hillary, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan dasar dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Kita ingin pembangunan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Jalan yang baik, drainase yang berfungsi, akses pendidikan dan kesehatan yang semakin baik, serta dukungan terhadap sektor pertanian semuanya saling berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, aspirasi mengenai perbaikan jalan dan pelebaran ruas jalan juga harus dilihat dari aspek keselamatan masyarakat. Terlebih, terdapat sejumlah titik yang dinilai sempit dan rawan kecelakaan.

“Kalau ada titik jalan yang sempit dan rawan kecelakaan, tentu ini harus menjadi perhatian. Infrastruktur bukan hanya soal kelancaran transportasi, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” kata Hillary.

Hillary memastikan seluruh aspirasi yang diterima selama pelaksanaan reses akan menjadi bahan untuk dibawa dan diperjuangkan melalui lembaga DPRD Sulawesi Utara, dengan tetap memperhatikan skala prioritas serta kewenangan pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *