Legenda Danau Tondano Hidup di Panggung Festival Literasi Minahasa, Wakil Bupati Vanda Apresiasi Talenta Anak

MINAHASA — Cerita tentang Danau Tondano menjadi salah satu perhatian dalam Festival Literasi Kabupaten Minahasa. Bukan hanya karena kisah yang dibawakan, tetapi juga cara seorang anak menghidupkan cerita melalui suara, gerak dan penampilan.

Momen tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P. saat membuka Festival Literasi di halaman Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Minahasa, Kamis (17/9/2026).

Vanda menilai kemampuan bertutur yang ditampilkan dalam festival menjadi gambaran bahwa anak-anak Minahasa memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan melalui berbagai kegiatan literasi.

Salah satu penampilan yang mendapat perhatian adalah Uwin, peraih Juara III lomba bertutur tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Dalam kesempatan tersebut, Uwin membawakan Legenda Danau Tondano dengan memadukan kemampuan bercerita dan ekspresi panggung.

Menurut Vanda, kekuatan penampilan tersebut terletak pada kemampuan mengolah cerita sehingga tidak terasa monoton. Intonasi suara, gerakan tubuh hingga kostum digunakan untuk memperkuat karakter dan pesan yang ingin disampaikan.

“Teknik bertuturnya sampai kepada pendengar dan visualisasinya pun mampu melengkapi pesan literasi tersebut,” ujar Vanda.

Di hadapan peserta festival, Vanda mengingatkan bahwa literasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar aktivitas membaca.

Kemampuan memahami informasi, menuangkannya melalui tulisan serta mengembangkan pola pikir kritis merupakan bagian penting yang harus terus dibangun, terutama di tengah perkembangan informasi yang begitu cepat.

“Kita perlu menyadari bersama bahwa literasi tidak hanya mencakup kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menulis serta berpikir kritis,” katanya.

Karena itu, ia menilai kegiatan seperti Festival Literasi memiliki posisi penting sebagai ruang bertemunya masyarakat, anak-anak dan berbagai potensi yang dapat dikembangkan.

Vanda pun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia berharap festival tidak hanya menghasilkan kegiatan dan perlombaan, tetapi mampu memicu kebiasaan membaca serta aktivitas literasi lainnya di tengah masyarakat.

Menurutnya, semakin sering anak-anak mendapatkan ruang untuk membaca, menulis, bercerita dan mengekspresikan gagasan, semakin besar pula peluang tumbuhnya sumber daya manusia Minahasa yang berkualitas.

Pemkab Minahasa mendorong agar kegiatan literasi dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak berhenti setelah rangkaian festival selesai.

Budaya membaca, kemampuan menulis, berpikir kritis hingga keberanian menyampaikan gagasan perlu terus ditumbuhkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Festival Literasi diharapkan menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat gerakan tersebut sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak Minahasa untuk menunjukkan kreativitas dan talenta mereka.

Dengan dukungan pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat, potensi generasi muda diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Minahasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *