MINAHASA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan peringatan tegas kepada kader partainya di Sulawesi Utara agar tidak memandang jabatan sebagai sekadar posisi atau kehormatan.
Pesan itu disampaikan Megawati saat melantik dan mengambil sumpah janji jabatan pengurus PAC, ranting, badan dan sayap PDI Perjuangan se-Sulawesi Utara di Wale Ne Tou Tondano, Kabupaten Minahasa, Jumat (25/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi internal PDIP se-Sulut.
Megawati secara khusus mengingatkan kader yang mendapat amanah di lembaga legislatif maupun eksekutif. Menurutnya, jabatan bukan hanya soal kedudukan, tetapi mengandung tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan.
Ia kemudian membedakan antara janji jabatan dan sumpah jabatan. Bagi Megawati, sumpah jabatan memiliki dimensi tanggung jawab yang jauh lebih besar karena diucapkan di hadapan Tuhan sesuai keyakinan masing-masing.
“Kadang-kadang sampai berpikir namanya juga janji jabatan. Artinya, ya jabatan itu janji pada diri sendiri. Tapi ada yang lebih tinggi: sumpah jabatan,” ujar Megawati.
Peringatan Megawati kemudian diarahkan kepada kader yang saat ini menjalankan jabatan publik, khususnya mereka yang berada di lingkungan eksekutif dan legislatif.
Ia mengingatkan agar amanah jabatan tidak disalahgunakan, termasuk dalam pengelolaan uang negara.
“Sumpah jabatan itu ditaruh di atas kepalanya, sesuai dengan agamanya. Artinya, saya selalu katakan bahwa saya ingat kalian itu bukan bersumpah pada saya, tapi pada Allah SWT,” tegasnya.
Megawati bahkan menyatakan dirinya akan mengambil tindakan organisasi terhadap kader yang terbukti menyalahgunakan amanah jabatan.
“Kalau nanti wakil-wakil ini memakai uang negara, yang memecat bukan orang lain, tapi ketumnya,” tegas Megawati.
Peringatan tersebut disampaikan di hadapan struktur PDI Perjuangan Sulawesi Utara yang mengikuti agenda pelantikan dan konsolidasi partai.
Bagi Megawati, sumpah jabatan harus menjadi pengingat bagi setiap kader untuk menjaga tanggung jawab yang telah dipercayakan kepadanya.
Dengan demikian, jabatan publik tidak boleh diperlakukan sebagai fasilitas pribadi, melainkan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Agenda di Wale Ne Tou Tondano sendiri menjadi salah satu konsolidasi besar PDIP Sulawesi Utara, dengan pengurus struktur partai dari berbagai tingkatan hadir dalam satu kegiatan bersama Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.













