MANADO – Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, menegaskan kesiapan organisasi partai dalam memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput. Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar Partai dan Konsolidasi Internal Kader PDI Perjuangan Sulut di The Sentra Hotel Manado, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik, Puan Maharani, bersama jajaran pengurus partai dan ribuan kader dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Dalam laporannya di hadapan Puan Maharani, Olly menyampaikan bahwa konsolidasi organisasi PDI Perjuangan di 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara telah mencapai 100 persen.
Ia merinci, kepengurusan Pengurus Anak Cabang (PAC) telah terbentuk di 171 kecamatan atau 100 persen. Sementara itu, terdapat 1.839 pengurus ranting di tingkat desa dan kelurahan, serta 283 anak ranting yang masih dalam tahap penyelesaian.
“Harapan kita di tahun-tahun politik ke depan, PDI Perjuangan Sulawesi Utara pasti menang. Konsolidasi organisasi yang sudah kita lakukan di 15 kabupaten dan kota kini sudah 100 persen selesai,” tegas Olly.
Selain penguatan struktur, Olly memaparkan lima fokus gerakan strategis partai. Pertama, modernisasi dan konsolidasi organisasi melalui penyelesaian struktur kepengurusan hingga tingkat anak ranting.
Kedua, memperkuat kerja-kerja kerakyatan dengan menghadirkan kader di tengah masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana dan aksi sosial. Salah satunya keterlibatan kader dalam membantu masyarakat terdampak kebakaran di Kota Manado.
Ketiga, regenerasi dan kaderisasi dengan memberikan ruang lebih besar bagi generasi muda dalam struktur kepengurusan partai, mulai dari DPD, DPC, PAC hingga badan dan sayap partai.
Keempat, menggerakkan kader untuk turun langsung ke masyarakat melalui kegiatan peduli lingkungan, penanaman pohon, serta penguatan UMKM lokal.
Kelima, menjaga soliditas internal dengan menegakkan disiplin organisasi dan memastikan seluruh kader menjalankan instruksi serta garis perjuangan partai.
Penguatan organisasi tersebut juga ditandai dengan pelantikan sejumlah badan dan sayap partai, di antaranya Taruna Merah Putih (TMP), Banteng Muda Indonesia (BMI), Repdem, Baitul Muslimin, serta Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sulut, Reza Rumambi, menjelaskan bahwa arahan Puan Maharani dalam Rakor Tiga Pilar berfokus pada tiga hal utama, yakni konsolidasi organisasi, pelestarian lingkungan hidup, dan penguatan peran generasi muda.
Salah satu perhatian khusus adalah gerakan merawat lingkungan melalui pengelolaan sampah organik berbasis sistem Teba Modern di lingkungan kantor partai maupun rumah tangga kader.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari instruksi kepada seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.
“Ini sudah ditugaskan kepada semua fraksi di Sulut untuk melakukan gerakan merawat lingkungan hidup. Salah satunya melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dengan memanfaatkan Teba Modern yang kita buat,” jelas Reza.
Melalui Rakor Tiga Pilar ini, DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara menegaskan pentingnya menyelaraskan kerja organisasi, peran kader di lembaga legislatif, serta kontribusi kader yang berada di pemerintahan.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.900 kader PDI Perjuangan dari seluruh wilayah Sulawesi Utara, termasuk pengurus DPC, PAC, ranting, anggota DPRD, kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta badan dan sayap partai.













