Buka Konas Pemuda PGI di Manado, Puan Maharani Titip Pesan Penting bagi Generasi Muda

MANADO – Ketua DPR RI, Puan Maharani, mengajak generasi muda gereja menjadikan nilai kemanusiaan, persatuan, dan toleransi sebagai landasan dalam menghadapi tantangan perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Puan saat membuka Konsultasi Nasional (Konas) Pemuda Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) 2026 di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Jumat (6/11/2026).

Dalam sambutannya, Puan mengangkat falsafah Minahasa, Si Tou Timou Tumou Tou, yang mengandung makna bahwa manusia hidup untuk memanusiakan sesamanya.

Menurutnya, filosofi tersebut memiliki nilai universal yang relevan dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. Perbedaan latar belakang, pandangan, maupun keyakinan harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan, bukan alasan untuk terpecah.

Puan juga mengapresiasi kehidupan toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang selama ini terpelihara di Sulawesi Utara. Ia berharap nilai persaudaraan dan semangat Sumpah Pemuda terus diwujudkan melalui tindakan nyata, khususnya oleh generasi muda.

Selain persoalan toleransi, Puan menyoroti tantangan era digital, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, kemudahan memperoleh informasi harus diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kecakapan memeriksa kebenaran informasi.

Pemuda gereja diharapkan tidak mudah terpengaruh hoaks maupun manipulasi informasi, tetapi mampu menggunakan teknologi untuk mendukung pendidikan, memperluas komunikasi, membangun solidaritas, serta menghadirkan pelayanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia turut mengingatkan bahwa kontribusi pemuda gereja tidak boleh terbatas pada kegiatan internal organisasi. Kepedulian terhadap persoalan sosial, lingkungan, kemanusiaan, dan kebangsaan juga harus menjadi bagian dari aktualisasi iman.

Sementara itu, Ketua Panitia Konas Pemuda PGI 2026, Pnt. Rio Dondokambey, B.Sc., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk mempertemukan dan menyatukan visi pelayanan pemuda gereja dari berbagai daerah di Indonesia.

Rio yang juga menjabat Ketua Pemuda Sinode GMIM menjelaskan, Konas kembali diselenggarakan setelah sempat mengalami kevakuman. Forum ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi untuk merumuskan program kerja dan arah pelayanan pemuda gereja ke depan.

Lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 6–8 November 2026. Peserta terdiri dari perwakilan ketua pemuda sinode, unsur PGI, Sinode Am Gereja, Majelis Pekerja Lengkap PGI, Biro Pemuda Remaja PGI, serta Majelis Pekerja Harian PGI.

Rio berharap kehadiran Puan Maharani dapat memberikan perspektif kebangsaan dan pemerintahan bagi peserta dalam merumuskan rekomendasi Konas yang tidak hanya menjawab kebutuhan organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Pembukaan Konas diawali dengan ibadah yang dipimpin Ketua MPH SAG Sulutteng, Pdt. Jacklin Soan Sumilat, S.Th. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan, Ketua II MPH PGI Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E., Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Prof. Dr. Jeane Marie Tulung, serta sejumlah pimpinan DPR RI dan kepala daerah di Sulawesi Utara.

Konas Pemuda PGI 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (8/11/2026), dengan harapan menghasilkan rekomendasi dan arah pelayanan yang memperkuat peran pemuda gereja dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *