EdisiBacirita.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mulai mendorong pengembangan sektor kesehatan sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Selain meningkatkan kualitas pelayanan medis bagi masyarakat, Sulut juga diarahkan menjadi destinasi wisata kesehatan atau health tourism.
Hal tersebut disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sulut, Dr. Denny Mangala, M.Si, saat mewakili Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay menutup Festival Sulut Sehat (FSS) 2026 di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Minggu (8/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mangala mengungkapkan bahwa perkembangan fasilitas kesehatan di Sulawesi Utara menunjukkan kemajuan. Hal ini terlihat dari meningkatnya partisipasi dalam Festival Sulut Sehat 2026 yang menghadirkan 62 booth, bertambah dibandingkan pelaksanaan tahun 2025 sebanyak 60 booth.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas kesehatan, rumah sakit, serta peralatan medis yang semakin memadai menjadi modal penting bagi Sulawesi Utara untuk mengembangkan wisata kesehatan.
Pemerintah daerah berharap ke depan masyarakat tidak lagi harus mencari pelayanan medis hingga ke luar daerah maupun luar negeri karena fasilitas kesehatan di Sulut terus diperkuat.
“Obsesi pemerintah daerah ke depan adalah menjadikan Sulawesi Utara sebagai destinasi health tourism. Sambil berwisata, wisatawan juga bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di sini karena fasilitas kesehatan kita semakin lengkap,” ungkap Mangala.
Di sisi lain, Mangala turut memaparkan perkembangan indikator pembangunan manusia di Sulawesi Utara. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mencapai 76,69, sementara Angka Harapan Hidup (AHH) berada pada angka 74,39 tahun.
Meski demikian, tantangan pemenuhan tenaga medis masih menjadi perhatian. Sulawesi Utara disebut masih membutuhkan sekitar 569 dokter umum yang tersebar di 15 kabupaten dan kota.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah provinsi mendorong pengembangan pendidikan kedokteran melalui pembukaan tiga program studi kedokteran baru di Universitas Negeri Manado (Unima), Universitas De La Salle, dan Universitas Klabat.
Mangala menyebut, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan sumber daya manusia kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan medis di daerah.
Ia juga mengapresiasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, panitia, rumah sakit, perguruan tinggi, perbankan, serta seluruh mitra yang telah berpartisipasi dalam Festival Sulut Sehat 2026 selama tiga hari.
Menutup kegiatan tersebut, Mangala kembali mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Ia menyampaikan pesan Gubernur Yulius Selvanus agar seluruh rumah sakit, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan mengedepankan pelayanan yang humanis, cepat, dan bermutu.
Dengan penguatan fasilitas kesehatan, peningkatan tenaga medis, serta kualitas pelayanan publik, Sulawesi Utara diharapkan mampu mengembangkan sektor kesehatan sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.













