GPdI Wilayah II Sario Wanea Gelar Natal Terpadu, 800 Jemaat Bakal Hadiri Perayaan Bertema “Mahadaya Cinta”

MANADO – Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Wilayah II Sario Wanea akan menggelar Ibadah Natal Terpadu pada Sabtu, 7 November 2026, bertempat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado.

Mengusung tema “Mahadaya Cinta” yang berlandaskan Efesus 3:18-19, perayaan Natal ini diperkirakan akan dihadiri sekitar 800 jemaat dari 13 sidang penggembalaan serta seluruh komisi di lingkungan GPdI Wilayah II Sario Wanea.

Ibadah Natal tersebut akan menghadirkan Pdt. John Awuy, yang merupakan Departemen Dikjar Majelis Pusat GPdI sekaligus Wakil Ketua Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara, sebagai pemberita firman Tuhan.

Ketua Wilayah GPdI Wilayah II Sario Wanea, Pdt. Stephanus D.W. Sumolang, SE, S.Th, mengatakan bahwa tema Mahadaya Cinta mengandung pesan mendalam tentang kasih Kristus yang tidak terbatas dan melampaui segala akal manusia.

Menurutnya, Natal Terpadu bukan sekadar agenda perayaan keagamaan, tetapi menjadi momentum mempererat persekutuan, memperkuat persatuan antarsidang, serta memperbarui komitmen pelayanan gereja.

“Tema Mahadaya Cinta dari Efesus 3:18-19 mengajak kita menyelami dimensi kasih Kristus yang melampaui segala akal, baik panjang, lebar, tinggi maupun dalamnya. Di tengah dinamika zaman, Natal Terpadu ini menjadi momentum mempersatukan 13 sidang penggembalaan dalam kasih Kristus,” ungkap Sumolang.

Ia berharap melalui perayaan tersebut, seluruh jemaat semakin menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menghadirkan kesaksian gereja yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Sementara itu, Bendahara Wilayah sekaligus Ketua Panitia, Pdt. Dr. Semuel H. Sajanga, M.Th, M.Mis, menegaskan bahwa persiapan kegiatan terus dimatangkan melalui koordinasi bersama seluruh sidang penggembalaan dan komisi-komisi wilayah.

Ia menyebut, keterlibatan seluruh unsur pelayanan menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang melibatkan ratusan jemaat tersebut.

“Persiapan perhelatan ini dikelola melalui prinsip penatalayanan yang akuntabel dan sinergis. Kolaborasi 13 sidang penggembalaan serta komisi-komisi wilayah mencerminkan tubuh Kristus yang bekerja secara harmonis. Kami berkomitmen menghadirkan ibadah yang tertib, baik dari sisi administrasi maupun logistik, sehingga jemaat dapat beribadah dengan khusyuk,” jelas Sajanga.

Di sisi lain, Sekretaris Panitia, Alfon Kimbal, menilai Natal Terpadu menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kebersamaan dan hubungan sosial antarjemaat.

Menurutnya, persekutuan lintas sidang tidak hanya mempererat hubungan spiritual, tetapi juga membangun harmoni sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Ibadah Natal Terpadu ini merepresentasikan kebersamaan umat yang hidup dalam harmoni. Kehadiran ratusan jemaat menjadi simbol bahwa damai sejahtera Natal harus dipancarkan kepada masyarakat luas. Gereja harus terus menjadi garam dan terang bagi dunia,” ujarnya.

Melalui perayaan Natal Terpadu bertema Mahadaya Cinta ini, GPdI Wilayah II Sario Wanea berharap semangat kasih, persatuan, dan pelayanan semakin bertumbuh, sekaligus memperkuat kesaksian gereja di tengah masyarakat Sulawesi Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *