MINAHASA — Desa Kayuuwi I, Kabupaten Minahasa, berhasil melaju ke tingkat nasional dalam ajang Penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr. Lynda D. Watania, MM, M.Si., yang menilai keberhasilan Kayu Uwi I menjadi bukti bahwa inovasi di tingkat desa mampu membawa nama Minahasa bersaing di tingkat nasional.
Apresiasi itu disampaikan Lynda saat menghadiri kegiatan pemaparan dan wawancara calon juara yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Minahasa di Ruang Command Center Kantor Bupati Minahasa, Selasa (6/10/2026).
Menurut Lynda, kekuatan Kayu Uwi I tidak hanya terletak pada pencapaian administratif, tetapi pada kemampuan pemerintah desa menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dua inovasi menjadi perhatian utama, yakni pengelolaan sampah melalui sistem pemilahan yang tertata serta pengembangan ekonomi desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Kami memberikan apresiasi dan terima kasih atas kinerja bagus yang dihasilkan oleh Pemerintah Desa Kayu Uwi I. Kinerja mereka mendapatkan apresiasi di tingkat nasional dan terpilih sebagai salah satu desa yang bisa bersaing dengan desa lainnya di Indonesia untuk meraih penghargaan sebagai desa terbaik atau desa berprestasi,” ujar Lynda.
Di sektor lingkungan, Lynda menilai sistem pemilahan sampah yang diterapkan di Kayu Uwi I telah berjalan secara baik.
Menurutnya, meskipun inovasi serupa telah dilakukan di sejumlah desa lain, Kayu Uwi I memiliki keunggulan dari sisi kesiapan dan kedisiplinan dalam menjalankan sistem tersebut.
“Memang ada beberapa desa yang sudah memiliki inovasi, tetapi apa yang disampaikan Pemerintah Desa Kayu Uwi I terkait pilah sampah sudah terbangun dengan baik dan tentu saja ini bisa ditiru oleh desa-desa yang lain,” jelasnya.
Bagi Pemkab Minahasa, inovasi tersebut tidak hanya penting untuk menjaga kebersihan lingkungan desa, tetapi juga dapat menjadi contoh praktik baik yang bisa dikembangkan di wilayah lainnya.
Selain pengelolaan lingkungan, inovasi Kayu Uwi I juga terlihat dari pemanfaatan BUMDes sebagai penggerak ekonomi.
Pemerintah desa memanfaatkan penyertaan modal untuk mengembangkan unit usaha laundry komersial. Usaha tersebut diharapkan mampu menghasilkan pemasukan sekaligus memperkuat Pendapatan Asli Desa (PADes).
“Inovasi seperti laundry ini menggunakan modal dan sumber keuangan dari BUMDes. Mereka membeli peralatan, kemudian mengelolanya sehingga ada pemasukan untuk desa tersebut,” tambah Lynda.
Menurutnya, pemanfaatan BUMDes seperti ini menunjukkan bahwa keuangan desa dapat diarahkan untuk membangun usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Pemkab Minahasa pun menyatakan komitmennya untuk terus memberikan dukungan terhadap potensi dan inovasi yang dikembangkan Desa Kayu Uwi I.
Lynda berharap capaian Kayu Uwi I di tingkat nasional tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah desa, tetapi juga menjadi pemicu bagi desa-desa lain di Minahasa untuk terus melahirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I Drs. Riviva Maringka, M.Si., Asisten III Ir. Jani Moniung, Kepala Dinas PMD, Kepala Kesbangpol, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa.
Kini, Kayu Uwi I membawa nama Minahasa ke panggung penilaian tingkat nasional. Dua hal menjadi kekuatan yang ditonjolkan: lingkungan yang dikelola melalui pemilahan sampah dan ekonomi desa yang digerakkan melalui BUMDes.













