Kreatif dan Berbasis Lokal, Mahasiswa Unsrat Kembangkan SMOKOL untuk Tingkatkan Literasi Gizi Anak

Edisibacirita — Sekelompok mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menghadirkan inovasi edukasi gizi berbasis teknologi dan kearifan lokal melalui Talking Magazine Multisensori “SMOKOL”. Media edukasi interaktif ini dirancang untuk meningkatkan literasi gizi sekaligus mendorong kebiasaan makan sehat bagi siswa SD Katolik 4 Don Bosco Bitung, Sulawesi Utara. Selasa (1/9/2026).

Inovasi tersebut dikembangkan oleh lima mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Deon Nathanael Pasau dari Ilmu Kesehatan Masyarakat, Kinetar Rose Cornelia Soelaiman dan Nathalie Aurelia Tanuli dari Kedokteran Umum, serta Angelica Mailangkay dan Pascalita Marcela Sinedu dari Sistem Informasi.

Program ini berada di bawah bimbingan Selly Ruth Defianna Br Sidabalok, S.Kep., Ns., MPH sebagai dosen pembimbing.

Program SMOKOL hadir sebagai respons terhadap persoalan beban ganda gizi (double burden of malnutrition) yang masih menjadi tantangan di kalangan anak-anak. Kondisi tersebut ditandai dengan munculnya masalah kekurangan gizi dan gizi lebih secara bersamaan dalam satu lingkungan.

Berdasarkan hasil survei terhadap 80 siswa di sekolah mitra, hanya 38,8 persen siswa yang berada dalam kategori status gizi normal. Sementara itu, 42,6 persen mengalami kekurangan gizi yang terdiri atas kategori sangat kurus dan kurus. Di sisi lain, 18,8 persen siswa mengalami gizi lebih, baik dalam kategori gemuk maupun obesitas.

Persoalan tersebut turut dipengaruhi oleh pola konsumsi sehari-hari. Sejumlah siswa masih terbiasa melewatkan sarapan, mengonsumsi jajanan dengan kandungan gula tinggi dan rendah nutrisi, serta membawa bekal makanan olahan cepat saji yang minim sayuran.

Lebih lanjut, sekitar 85 persen siswa belum memahami konsep “Isi Piringku”, yakni pedoman untuk membangun pola makan dengan komposisi gizi yang seimbang.

Kondisi itu diperparah dengan keterbatasan fasilitas pendukung di sekolah. Unit Kesehatan Sekolah (UKS) belum memiliki alat ukur tinggi dan berat badan yang standar, sementara edukasi kesehatan yang sebelumnya dilakukan masih cenderung menggunakan metode konvensional sehingga kurang menarik bagi anak-anak.

Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa mengembangkan SMOKOL sebagai media edukasi yang tidak hanya mengandalkan visual, tetapi juga melibatkan stimulasi pendengaran.

Majalah cetak interaktif ini dilengkapi barcode audio pada setiap halaman. Ketika dipindai, barcode tersebut akan memunculkan narasi suara atau voice over dengan logat Manado.

Pendekatan tersebut dirancang untuk membuat materi gizi terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sekaligus menyesuaikan karakter generasi yang semakin akrab dengan teknologi digital.

Nama SMOKOL diambil dari istilah lokal yang merujuk pada tradisi sarapan masyarakat Sulawesi Utara. Konsep tersebut kemudian dikembangkan menjadi narasi edukatif yang mengajak anak-anak memahami pentingnya sarapan sehat dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi jajanan sembarangan.

SMOKOL juga mengintegrasikan bahan pangan lokal ke dalam materi edukasinya. Konsep “Isi Piringku”divisualisasikan melalui bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat Bitung dan Sulawesi Utara, seperti ikan cakalang, tinutuan atau bubur Manado, sayur gedi, serta ubi jalar.

Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang, tetapi juga diperkenalkan pada pilihan makanan sehat yang dekat dengan kehidupan mereka.

“Media SMOKOL menggabungkan stimulasi penglihatan dan pendengaran secara bersamaan, sehingga materi gizi lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak generasi digital.”

Salah satu fitur unggulan SMOKOL adalah Jurnal Interaktif “Pahlawan Gizi”. Melalui jurnal tersebut, siswa dapat mencatat pola makan mereka setiap hari sekaligus mendapatkan pesan-pesan motivasi dalam bentuk audio.

Fitur ini dirancang untuk mendorong perubahan perilaku secara bertahap. Anak-anak diajak mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi, membiasakan sarapan, memilih jajanan yang lebih sehat, serta memahami komposisi makanan dalam satu piring.

Pendekatan berbasis budaya lokal juga menjadi kekuatan utama program tersebut. Melalui pengenalan menu Minahasa dan tradisi smokol, siswa diajak memahami bahwa pola hidup sehat dapat dimulai dari makanan yang tersedia di lingkungan mereka sendiri.

“Melalui pendekatan kearifan lokal seperti menu Minahasa dan budaya Smokol, anak-anak diajak mencintai makanan sehat yang ada di sekitar rumah mereka.”

Implementasi program dilakukan melalui pendampingan intensif selama empat bulan dengan fokus pada 15 siswa kelas 5 SD Katolik 4 Don Bosco Bitung.

Efektivitas program dievaluasi secara berkala melalui pengukuran status gizi atau antropometri serta pre-test dan post-test untuk melihat perkembangan pengetahuan siswa mengenai gizi.

Program tersebut juga dirancang agar memberikan dampak berkelanjutan. Setelah pelaksanaan, hak kelola media SMOKOL diserahkan kepada UKS dan perpustakaan sekolah sebagai aset edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Keterlibatan mahasiswa dari bidang kesehatan masyarakat, kedokteran, dan sistem informasi menunjukkan pendekatan lintas disiplin dalam menjawab persoalan gizi anak.

Kolaborasi tersebut memadukan aspek kesehatan dan gizi dengan pemanfaatan teknologi digital serta strategi komunikasi yang sesuai dengan karakter anak-anak.

Melalui SMOKOL, tim mahasiswa Unsrat berupaya membuktikan bahwa edukasi kesehatan tidak harus disampaikan dengan cara yang kaku dan konvensional. Dengan menggabungkan teknologi, storytelling, stimulasi multisensori, dan kearifan lokal, edukasi gizi dapat dikemas menjadi pengalaman belajar yang lebih dekat, menarik, dan mudah diingat oleh anak-anak.

Tim Pengembang SMOKOL:

  1. Deon Nathanael Pasau — Ilmu Kesehatan Masyarakat
  2. Kinetar Rose Cornelia Soelaiman — Kedokteran Umum
  3. Nathalie Aurelia Tanuli — Kedokteran Umum
  4. Angelica Mailangkay — Sistem Informasi
  5. Pascalita Marcela Sinedu — Sistem Informasi

Dosen Pembimbing:
Selly Ruth Defianna Br Sidabalok, S.Kep., Ns., MPH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *