Pasca Pilhut, Tak Ada Lagi Nomor 1 dan Nomor 2, Saatnya Touure Dua Bersatu

MINAHASA – Pelaksanaan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Tahun 2026 di Desa Touure Dua, Kecamatan Tompaso Barat, telah berlangsung dengan aman, tertib, dan demokratis pada Rabu (17/6/2026). Setelah seluruh tahapan pemungutan dan penghitungan suara selesai dilaksanakan, masyarakat kini diajak untuk kembali bersatu dan bergotong royong membangun desa.

Pilhut Desa Touure Dua diikuti oleh dua calon, yakni nomor urut 1 Sammy Oping dan nomor urut 2 Ronny Tewuh. Dari total 409 warga yang menggunakan hak pilih, hasil penghitungan suara menunjukkan Sammy Oping memperoleh 279 suara, sementara Ronny Tewuh meraih 128 suara. Terdapat 2 suara yang dinyatakan tidak sah.

Meski proses pemilihan berlangsung dengan dinamika dan perbedaan pilihan, suasana pasca-Pilhut tetap berjalan kondusif. Warga menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan menerima hasil pemilihan dan menjaga hubungan kekeluargaan yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat desa.

Tokoh-tokoh masyarakat mengajak seluruh warga untuk meninggalkan perbedaan pilihan politik dan kembali fokus pada upaya pembangunan desa. Pilhut dinilai sebagai bagian dari proses demokrasi yang telah selesai, sehingga saatnya seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan demi kemajuan bersama.

“Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana seluruh masyarakat kembali bersatu, menjaga kebersamaan, dan mendukung program pembangunan demi kemajuan Desa Touure Dua,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.

Semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan terus menjadi landasan dalam membangun desa. Dengan berakhirnya Pilhut 2026, masyarakat Touure Dua kini memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga persatuan serta mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.

Pilhut telah usai, namun komitmen untuk membangun desa yang maju, aman, dan harmonis harus terus dilanjutkan oleh seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan pilihan yang terjadi selama proses demokrasi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *