BITUNG — Ketika seorang kader muda memilih mundur setelah sebelumnya dipercaya menggerakkan roda partai, pertanyaan pun tak terhindarkan: apa yang sebenarnya terjadi di balik keputusan Gideon Longkutoy meninggalkan Partai NasDem?
Gideon, yang sebelumnya dipercaya menjalankan tugas sebagai Plt. Ketua DPD Partai NasDem Kota Bitung, kini memilih mengakhiri perjalanannya bersama partai tersebut.
Keputusan itu menjadi perhatian karena selama mendapat kepercayaan memimpin NasDem Bitung, Gideon tercatat aktif melakukan berbagai aktivitas untuk menghidupkan mesin organisasi.
Konsolidasi kepengurusan dilakukan. Komunikasi internal dibangun. Aktivitas partai kembali didorong agar tidak hanya berkutat di ruang-ruang politik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.
Gideon juga membawa pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Bakti sosial menjadi salah satu kegiatan yang dilakukan. Bahkan, aktivitas kebersamaan seperti nonton bareng pertandingan Piala Dunia turut dikemas sebagai bagian dari kegiatan NasDem Bitung.
Aktivitas tersebut disebut berlangsung dalam rangkaian program 40 hari 40 malam nonstop, sebuah upaya untuk menjaga agar keberadaan partai tetap terasa di tengah masyarakat.
Namun, perjalanan itu kemudian memasuki babak berbeda.
Kepercayaan untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Plt. Ketua DPD NasDem Bitung tidak lagi berada di tangan Gideon. DPP Partai NasDem kemudian menentukan arah kepemimpinan yang baru.
Tidak lama setelah dinamika tersebut, Gideon memilih mundur dari Partai NasDem.
Di sinilah keputusan tersebut menjadi menarik untuk dicermati.
Sebab, mundurnya seorang kader yang sebelumnya aktif menggerakkan konsolidasi tentu tidak sekadar berbicara tentang pergantian posisi. Ada perjalanan organisasi, kerja politik, relasi antarkader, hingga harapan seorang anak muda terhadap ruang pengabdian di dalam partai.
Dalam politik, pergantian kepemimpinan sebenarnya merupakan sesuatu yang lumrah. Struktur partai dapat berubah, mandat dapat berganti, dan keputusan organisasi berada di tangan institusi partai.
Tetapi ketika seorang kader yang sebelumnya dipercaya kemudian memilih keluar, publik tentu berhak bertanya:
Apakah persoalannya hanya pergantian jabatan?
Atau ada persoalan lain yang membuat seorang kader merasa bahwa perjalanan politiknya bersama partai sudah sampai pada titik akhir?
Jawabannya tentu berada pada Gideon dan pihak Partai NasDem.
Yang jelas, keputusan mundur tersebut menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan NasDem Bitung.
Gideon tidak pergi tanpa jejak. Ada konsolidasi yang pernah dilakukan, kegiatan sosial yang pernah digerakkan, kebersamaan dengan kader, serta berbagai aktivitas yang menjadi bagian dari upayanya membangun eksistensi partai di Kota Bitung.
Kini semua itu menjadi bagian dari masa lalu.
Politik memang mengenal loyalitas, tetapi politik juga mengenal perubahan.
Yang menjadi persoalan adalah bagaimana sebuah partai menjaga kader-kader muda yang sudah terlibat langsung dalam kerja organisasi.
Sebab, membesarkan partai tidak cukup hanya dengan struktur dan jabatan. Dibutuhkan orang-orang yang mau turun bekerja, membangun komunikasi, melakukan konsolidasi, dan hadir ketika organisasi membutuhkan tenaga mereka.
Karena itu, mundurnya Gideon menyisakan pertanyaan yang lebih besar:
Apakah partai mampu mempertahankan kader yang telah bekerja ketika posisi politiknya berubah?
Ataukah loyalitas kader pada akhirnya selalu diuji oleh soal jabatan dan kepercayaan?
Gideon kini memilih jalan berbeda.
Ia meninggalkan NasDem bukan dengan membawa jabatan, melainkan membawa pengalaman selama berada di dalam partai—dari konsolidasi, kegiatan sosial, hingga berbagai upaya mendekatkan partai dengan masyarakat.
Pada akhirnya, politik bukan hanya soal siapa yang mendapat posisi.
Politik juga berbicara tentang bagaimana sebuah organisasi memperlakukan orang-orang yang pernah bekerja di dalamnya.
Dan dari keputusan Gideon Longkutoy, satu pertanyaan kini mengemuka:
Ketika seorang kader yang pernah dipercaya memilih pergi, apakah yang benar-benar kehilangan hanya kader tersebut—atau justru partainya?













