TOMOHON — Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan api unggun yang digelar DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara di kawasan wisata Danau Linow, Kota Tomohon.
Lebih dari 300 kader Laskar Gerindra Sulut berkumpul dalam kegiatan tersebut. Mereka menyatu bersama Ketua DPD Gerindra Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., serta jajaran pengurus DPD dan DPC.
Di tengah dinginnya udara Tomohon, kobaran api unggun menjadi pusat perhatian. Bagi para kader, momen tersebut dimaknai sebagai simbol semangat, kebersamaan dan komitmen dalam menjalankan perjuangan partai.
Namun, kegiatan itu bukan sekadar pertemuan kader.
Di hadapan kobaran api, para peserta diajak melakukan refleksi mengenai makna perjuangan dan pengabdian kepada masyarakat. Pesan yang disampaikan menekankan agar kepentingan rakyat ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Suasana semakin khidmat ketika seluruh Laskar Gerindra Sulut bersama-sama membacakan sumpah kader.
Pembacaan sumpah tersebut menjadi penegasan kembali mengenai tanggung jawab kader untuk menjaga solidaritas serta mengutamakan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam arahannya, Yulius Selvanus mengingatkan para kader agar menjaga semangat perjuangan.
“Kobaran api ini adalah simbol dari semangat kita yang tidak boleh padam. Gerindra hadir di Sulawesi Utara bukan untuk kepentingan kelompok atau berburu jabatan, melainkan untuk melayani dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” tegas Yulius.
Ia juga meminta seluruh kader tetap kompak dan menjaga solidaritas.
“Kita selalu berada di garis terdepan bersama masyarakat,” ujar Yulius.
Momen Tak Terduga: YSK Digotong Kader
Momen paling mencuri perhatian terjadi di penghujung kegiatan.
Usai prosesi api unggun, suasana berubah semakin meriah. Secara spontan, para kader memberikan apresiasi kepada Yulius Selvanus hingga kemudian menggotong Ketua DPD Gerindra Sulut tersebut secara bersama-sama.
Aksi itu menjadi simbol dukungan dan kebersamaan para kader terhadap Yulius Selvanus.
Sorak-sorai para peserta mengiringi momen tersebut sebelum kegiatan ditutup dengan lantunan Mars Pandu Bangsa karya Partai Gerindra yang menggema di kawasan Danau Linow.
Api unggun pun padam, tetapi pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut tetap menyala: solidaritas, kebersamaan dan komitmen kader untuk hadir bersama masyarakat.













