BITUNG – Di balik riuhnya teriakan “Hela haluang, haluang kemudi!” yang menggema dari pesisir Kelurahan Binuang, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, tersimpan sebuah tradisi yang jauh lebih bermakna daripada sekadar mencari ikan. Tradisi Basoma menjadi simbol kuat kebersamaan, cinta dalam keluarga, dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat pesisir.
Selama beberapa hari terakhir, aktivitas Basoma kembali mewarnai perairan Binuang. Ketika para nelayan yang berada di laut meneriakkan aba-aba “Hela haluang, haluang kemudi!”, para istri bersama warga yang telah menunggu di bibir pantai segera bergerak serentak menarik jaring ke daratan.
Tradisi ini memperlihatkan pembagian peran yang harmonis. Para suami bertugas menebar dan mengarahkan jaring di laut, sementara para istri, keluarga, dan warga di darat bekerja sama menarik hasil tangkapan. Semua dilakukan dengan kekompakan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bagi masyarakat Binuang, Basoma bukan hanya tentang banyaknya ikan yang berhasil diperoleh. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi ruang untuk memperkuat ikatan keluarga sekaligus mempererat hubungan sosial antarsesama warga.
“Yang kami cari bukan cuma ikan. Dari teriakan ‘hela haluang, haluang kemudi’ itu kami tahu kapan harus kompak menarik. Ada kerja sama suami istri, ada tawa, ada saling percaya. Itu yang bikin torang tetap kuat,” ujar salah seorang warga yang akrab disapa Om Epi.
Dalam setiap pelaksanaan Basoma, tidak ada seorang pun yang bekerja sendiri. Laut dan daratan, suami dan istri, keluarga dan tetangga, semuanya menyatu dalam satu irama kebersamaan. Teriakan sederhana itu menjadi simbol komunikasi, kepercayaan, dan kekompakan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat pesisir.
Di tengah arus modernisasi yang terus berkembang, tradisi Basoma menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya lokal masih mampu bertahan dan menjadi perekat kehidupan sosial. Bahkan di tengah dinginnya angin malam dan ombak laut Pulau Lembeh, kehangatan persaudaraan tetap terasa melalui kerja sama yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Basoma pun tidak hanya menjadi cara masyarakat mencari rezeki, tetapi juga menjadi warisan budaya yang mengajarkan bahwa kebersamaan, saling percaya, dan gotong royong adalah kekayaan sesungguhnya yang harus terus dijaga.













