Wisuda 248 Sarjana di Kotamobagu, Yulius Selvanus: Ijazah Bukan Tujuan Akhir

KOTAMOBAGU – Sebanyak 248 lulusan dari dua perguruan tinggi di Kota Kotamobagu resmi mengikuti prosesi wisuda bersama. Momen tersebut menjadi lebih dari sekadar pengukuhan gelar akademik setelah Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E. mengingatkan para lulusan bahwa ijazah bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan.

Pesan itu disampaikan Yulius saat menghadiri sekaligus memimpin Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Bersama di Ballroom Hotel Sutan Raja Kotamobagu, Jumat (4/9/2026).

Wisuda tersebut mempertemukan lulusan STMIK Multicom Kotamobagu dan Institut Agama Islam Kotamobagu (IAIK). Dari STMIK Multicom, sebanyak 186 lulusan angkatan XI dikukuhkan, sementara IAIK mewisuda 62 lulusan. Total terdapat 248 wisudawan yang mengikuti prosesi tersebut.

Hadir dalam kegiatan itu kepala daerah se-Bolaang Mongondow Raya, jajaran Forkopimda, civitas akademika, keluarga wisudawan serta undangan lainnya.

Di hadapan para sarjana baru, Yulius menyampaikan kuliah umum dengan menekankan pentingnya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh para wisudawan justru membuka tanggung jawab baru. Pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah harus mampu diterapkan dalam kehidupan nyata.

Yulius juga mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar di tengah perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat. Kemampuan beradaptasi, kreativitas dan daya saing menjadi modal penting agar lulusan mampu mengikuti kebutuhan zaman.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia di Bolaang Mongondow Raya. Pemerintah provinsi akan terus mendorong penguatan pendidikan supaya berkontribusi pada peningkatan kompetensi, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Yulius.

Ia menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya dilihat dari banyaknya orang yang berhasil memperoleh gelar akademik.

Lebih dari itu, pendidikan harus melahirkan sumber daya manusia yang mampu menciptakan gagasan, melakukan inovasi serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan daerah.

Pesan tersebut menjadi relevan bagi para wisudawan yang kini memasuki fase baru setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu melihat peluang, menciptakan solusi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.

Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, penguatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas serta kesejahteraan masyarakat.

Prosesi kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada para wisudawan. Dengan dikukuhkannya 248 lulusan tersebut, babak baru pun dimulai—membawa bekal ilmu dari kampus untuk memasuki dunia profesional sekaligus mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *